Pemaparan Makna Simbolik Motif Batik Tradisional(1)

Setiap motif batik mempunyai makna filosofis. Makna-makna tersebut menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap nilai-nilai lokal. Dan sampai sekarang nilai-nilai tersebut masih bertahan.
Berikut ini akan dipaparkan beberapa makna filosofis motif batik :
1. Motif Sawat
Sawat berarti melempar. Dahulu kala,orang Jawa percaya dengan para dewa sebagai kekuatan yang mengendalikan alam semesta. Salah satu dewa tersebut adalah Batara Indra. Dewa ini mempunyai senjata yang disebut wajra atau bajra,yang berarti pula thathit (kilat). Senjata pusaka tersebut digunakan dengan cara melemparkan (Jawa : nyawatake).

Continue Reading »

0 Comments

Bentuk Gaya Batik : Ceplok

batik kawung
Bentuk pola ceplok sangat kuno adala pola kawung. Siapa kreator motif ini dan sejak kapan mulai eksis di lembar wastra batik?
Entahlah! Yang pasti,pola dengan motif-motif ceplok ini konon terinspirasi oleh bentuk buah kawung (buah atap atau bua aren) yang dibelah empat,yang keempat bagian buah bersama intinya itu melambangkan empat arah (penjuru) utama dalam agama Budha.

Continue Reading »

0 Comments

Batik Fraktal

Dunia desain adalah dunia kreativitas yang terus berkembang sejalan dengan pemahaman manusia (seniman) terhadap dunia seni yang digelutinya. Demikian halnya dengan desain atau pola batik Indonesia. Berbagai seniman terus mencari bentuk-bentuk ekspresi baru. Satu desain atau pola batik yang populer akhir-akhir ini adalah batik fraktal.

Fraktal berasal dari kata fractus dalam bahasa Yunani,yang artinya “pecah”. Dalam bidang Fisika,fraktal adalah bentuk geometri yang tidak teratur,namun memiliki kemiripan. Dalam desain,fraktal berarti percabangan atau perpecahan dan pengulangan dari suatu bentuk atau corak.

Istilah batik fraktal kini digunakan untuk mendeskripsikan batik yang corak dan motifnya dibuat dengan komputer. Dengan komputer,desain corak dan motif batik fraktal dapat menjadi lebih rumit dan detail dibanding batik tradisional.

Meski batik fraktal termasuk trend baru ,sebenarnya batik tradisional pun dapat dibilang bermotif fraktal. Motif parang rusak misalnya,adalah perpecahan dari bentuk parang yang diulang secara sejajar.

Continue Reading »

0 Comments

Merawat Batik Tetap Cantik (Menyimpan)

  1. Hati-hati saat menyimpan batik. Batik berpayet sebaiknya digantung saja karena bila dilipat payet beresiko rusak.
  2. Untuk menggantung batik,pilih gantungan yang terbuat dari kayu atau rotan. Gantungan yang terbuat dari kawat dapat merusak batik
  3. Apabila lemari gantung kita berlampu,jangan biarkan sinarnya mengenai batik secara langsung. Hal ini akan membuat warna batik berubah. Lebih aman matikan saja lampunya.

    Continue Reading »

0 Comments

Merawat Batik Tetap Cantik,Menjemur (2)

kain batik
Menjemur

  • Hati-hati menjemur batik. Jangan biarkan batik langsung bersinggungan dengan kawat/tambang jemuran. Untuk melindunginya,pertama bentangkan handuk diatas kawat/tambang jemuran. Setela itu bentangkan batik di atas handuk tersebut. Dengan begitu batik pun tidak beresiko rusak.
  • Jangan menjemur batik ditempat yang langsung terkena matahari bisa membuat warna batik menjadi pudar.

Merapikan

  • Saat menyetrika,pastikan suhu setrika tidak terlalu panas. Alasi permukaan meja setrika dengan kain tipis sebelum menaruh kain batik diatasnya.
  • Saat mensteam batik berpayet pastikan steamernya jangan terlalu panas. Suhu yang terlalu panas bisa membuat payet menjadi melengkung atau berubah warna.
0 Comments