Batik sekarang sudah berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri,berbagai kalangan memiliki minat yang cukup besar terhadap berbagai jenis produk batik,mulai dari busana,perlengkapan rumah,tekstil interior sudah mulai banyak yang menjadikannya bernuansa batik. Hal ini tentunya merupakan peluang bisnis yang menarik,demand yang besar dan ragam pilihan produk yang sangat variatif adalah alasan banyak orang untuk ikut terjun di bisnis batik.
Apalagi dengan demam bisnis online yang saat ini sedang sangat hangat baik dikalangan mahasiswa,anak-anak muda sampai ibu-ibu rumah tangga yang ingin merintis wirausaha dengan modal relatif kecil. Bahkan bisa dibilang,cukup bermodalkan smarthphone baik berupa blackberry atau i-pad sudah bisa melakukan proses transaksi jual beli dengan banyak pelanggan di berbagai daerah bahkan luar pulau hingga luar negeri. Produk bisa dengan memiliki stock sendiri atau cukup dengan mengambil gambar produk dari suplier,teman atau siapapun yang sudah kita konfirm untuk kita pasarkan.
Begitu mudahnya, ibaratnya hanya dengan tak-tik keypad saja, bisnis sudah bisa berjalan,dan masuklah profit ke kantong.
Namun ada suka ada duka nya pula, bisnis online is not as simple as like that. Tak sedikit pula cerita duka yang menghiasi seputar bisnis online,antara lain :
- mulai dari seller penipu, yang menawarkan produk (biasanya dengan harga fantastis – menggiurkan murahnya) tapi begitu ada pembeli mentransfer sejumlah uang atas order yang dia lakukan, tiba-tiba si penjual raib – yang lebih miris lagi bila kita tidak punya identitas apapun dari si penjual – hanya percaya bahwa si penjual adalah salah satu friend yang sudah konfirm di kontak blackberry kita- dan tiba-tiba id nya hilang (alias delete contact) kemana kita melacaknya ? ….paling-paling yang bisa dilakukan hanyalah broadcast pada yang lain bahwa id tersebut – adalah penipu yang telah menerima transfer kita – tapi barang tidak pernah dikirim dan tiba-tiba “delcont”.
- Begitu pula dengan pembeli (fiktif) yang hanya suka bertanya-tanya seputar produk,minta gambar ini itu dan menawar segini segitu- selanjutnya meminta barang untuk di keep (booking) dan akan dikonfirm bila sudah transfer – tapi apa yang terjadi, sehari-seminggu- sebulan- si pembeli diam tanpa merasa bersalah- bahkan bisa-bisa “dia akan memaki-maki” bila kita menanyakan kelanjutan ordernya —- > yang seperti ini sebenarnya bukan pembeli tapi pasien RSJ yang kehabisan obat— kebetulan nemu bb dia iseng pake buat ngontak penjual batik online …..he..he
- Pengetahuan umum seputar batik yang masih sangat dangkal – akan menyebabkan seorang pembeli yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup menjadi sangat rentan untuk mendapatkan produk batik yang tidak sesuai harapan (tertipu ) misalnya : batik printing dibilang batik cap,batik cap dibilang batik tulis, atau jenis bahan yang kualitas jelek dibilang bagus dst.
Nah kami ingin berbagi sedikit mengenai beberapa tips untuk berbelanja batik secara online,yang aman dan nyaman bagi penjual dan pembeli :
1. Untuk pembeli – carilah review yang memadai seputar informasi suplier batik tempat anda akan berbelanja,pastikan suplier tsb cukup kredibel,akan lebih baik bila si suplier memiliki website yang mencantumkan data yang lengkap tentang perusahaannya, atau kalo anda berada di kota yang sama atau memiliki keluarga yang ada di kota yang sama dengan si suplier anda bisa cek dulu,apakah toko batik online tersebut kredibel,valid dan memang terpercaya.
2. Carilah informasi yang cukup seputar batik,mulai dari bahan,jenis batiknya maupun kisaran harga yang sesuai dipasaran untuk jenis produk batik yang hendak anda beli- ingat jangan begitu saja tergiur harga murah atau terperanjat dengan harga mahal – pastikan bahwa harga yang mereka pasang adalah sesuai dengan barang nya. Tidak semua hem batik harganya “Rp 25.000″ atau tidak semua gamis batik harganya Rp 500.000/potong,ingat lah patokan untuk menentukan harga produk batik bukan semata-mata bahan – tapi disamping jenis bahan,jenis batik,tingkat kesulitan pembuatan dan kehalusan jahitan dsb semuanya akan berpengaruh pada harga produknya….ya pasti donk, kalo hem batik tulis karya alm iwan tirta misalnya di jual seharga Rp 25.000 – pasti butik-butik batik ternama akan kalah telak btw hal itu sangat mustahil,apalagi bila sudah bersifat maha karya seniman batik yang adiluhung,apresiasi harganya akan sangat tinggi. Demikian juga bila posisi anda sebagai penjual- jangan mau dikerjain oleh pembeli “stress” yang minta dicarikan hem sutra tulis dikisaran harga Rp 30.000 —- mungkin bisa ketemu tapi di alam mimpi …he..he
3.Bila anda penjual yang cerdas – pasti dengan sedikit insting, anda bisa tahu bagaimana serius buyer maupun smart buyer melakukan transaksi atau menanyakan produk kepada penjual, satu hal yang seharusnya dijunjung tinggi oleh penjual maupun pembeli adalah rasa saling menghormati, pembeli memiliki tenggang rasa ketika menanyakan informasi kepada penjual,misalnya mengenai kapan seharusnya jam kerja penjual – sehingga tidak mungkin pembeli yang baik menge “ping” penjual jam 12 malam, atau meminta penjual mengirim semua gambar yang dia minta (padahal si penjual sudah memajang produknya di website),memang sih pembeli adalah raja tapi ya nggak segitunya kaleee, lagi pula yang “raja” kan yang beli bukan yang “nanya” doank.
Tukang tanya biasanya juga tanda bahwa dia bukan serius buyer, tapi serius “asker” (wah apa ya artinya )…
Artikel ini merupakan pengalaman dan pendapat pribadi dari penulis,yang setuju boleh gak setuju juga nggak dilarang….just sharing


