Batik dari Semarang

Setelah UNESCO menetapkan batik sebagai karya asli bangsa Indonesia,kini para perajin dan produsen batik di berbagai provinsi mengeksplorasi budayanya dan menyampaikannya lewat selembar kain batik. Corak dan tehniknya pun makin variatif. Yang pasti,dari sehelai batik kita bisa mengenal kekayaan budaya Indonesia.

Dibanding Yogya,Solo atau pekalongan,usia batik Semarang masih muda. Baru empat tahun belakangan ini Pemkot Semarang menggalakkan industri batik.
Batik semarang dari sejarahnya lahir dimotori oleh para saudagar kaya.Batik Semarang lebih cenderung pada warna-warna cerah sesuai keinginan pasar.
Untuk motif,sesuai nama Semarang yang konon singkatan dari aseme arang-arang. Batiknya berciri daun asam. Belakangan juga berkembang motif yang menjadi ikon kota semarang seperti tugu muda,lawang sewu dan gereja blenduk. Ikon ini tetap dipadu dengan motif daun asam.
Sampai saat ini para perajin batik Semarang masih terus mencari identitas batik Semarang.

This entry was posted on Friday, August 27th, 2010 at 8:24 pm and is filed under Sejarah, Serba Serbi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply