Bentuk Dan Gaya Batik

Semen

semen_gunung

Semen termasuk pola kuno terutama yang mengandung ragam hias garuda,sawat,mirong dan lar yang semuanya merupakan stilasi (gubahan bentuk) ragam hias garuda– hewan mitos dalam agama Hindu– yang dimasa lalu merupakan ikon hias khusus untuk raja dan keluarganya.
Ragam hias utama yang jadi ciri khas pola semen adalah meru,stilasi menyerupai gunung. Meru yang menjadi acuan adalah Mahameru di pegunungan Himalaya,atap dunia yang dalam kepercayaan Hindu merupakan tempat bersemayamnya para dewa.

Dalam konsep budaya jawa,meru atau gunung juga merupakan pusat berseminya atau bertunasnya ragam tumbuhan. Pola itu pun lantas disebut semen,yang berdasar pada kata semi. Ada banyak ragam pola semen,misalnya semen gurdha dan semen jolen.

Buketan

buketan

Istilah buketan pastilah berasal dari kata buket (ikat/rangkai) bunga,karena pola ini amat mudah dikenali dengan tampilan ragam hias bunga atau kelopak bunga,dengan imbuhan sulur-sulur daun,kepak kupu-kupu dan burung,ataupun satwa kecil lain. Ragam elemen gambar atau motif itu disusun sedemikian rupa dalam kesatuan bentuk selaras. Beberapa bentuk buketan,sering tampil ibarat lukisan bunga pada wastra batik. Pola buketan banyak terdapat pada batik pesisiran,meski juga ditemukan di daerah pedalaman.

Pinggiran

Disebut pola pinggiran karena hiasan pola ini umumnya terdiri dari ragam hias atau motif khas yang biasa digunakan sebagai “hiasan pinggir” atau “hiasan pembatas” wastra batik pada umumnya.

No comments yet.

Leave a Reply