<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Batik Yogyakarta &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://www.batikyogyakarta.com/category/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.batikyogyakarta.com</link>
	<description>Informasi Seputar Batik Dan Jogja</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 08:22:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Batik Kontemporer,Free Style !</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-kontemporerfree-style/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-kontemporerfree-style/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 08:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Review Produk Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh modernisasi tidak hanya mempengaruhi rutinitas manusia,namun juga mempengaruhi budaya. Kain batik yang dulu kental dengan pakem-pakem motif,kini muncul dengan &#8220;gaya bebas&#8221; !
Batik kontemporer bermunculan dimana-mana. Para pengrajin batik berusaha membuat batik lebih diterima di masyarakat  luas dengan cara menciptakan motif-motif baru. Ada yang menciptakan motif yang benar-benar baru. Ini beberapa label batik yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengaruh modernisasi tidak hanya mempengaruhi rutinitas manusia,namun juga mempengaruhi budaya. Kain batik yang dulu kental dengan pakem-pakem motif,kini muncul dengan &#8220;gaya bebas&#8221; !</p>
<p>Batik kontemporer bermunculan dimana-mana. Para pengrajin batik berusaha membuat batik lebih diterima di masyarakat  luas dengan cara menciptakan motif-motif baru. Ada yang menciptakan motif yang benar-benar baru. Ini beberapa label batik yang patut di tengok. Keduanya adalah desainer <a href="http://jogja-batik.com">batik dari yogyakarta. </a></p>
<p>Beda-beda batik</p>
<p>Salah satu label batik yang menciptakan batik kontemporer adalah Beda Beda batik by Chaliet bambang. Desainernya adalah Chaliet Bambang yang telah mengenal batik sejak orang tuanya membatik. Karena setiap hari melihat orang tuanya membuat batik klasik,Chaliet menjadi jenuh dengan batik semacam itu. Wanita ini pun mendapat inspirasi membuat dan mengembangkan batik yang berbeda dan inovatif. Melalui label Beda Beda batik,chaliet menggabungkan motif-motif klasik yang sudah ada dengan motif ciptaannya sehingga menjadi desain yang baru. Setiap desain hanya dibuat satu lembar dengan penempatan motif yang eksklusif sehingga tiap batik menjadi unik. Batik tersebut dibuat dengan bahan sutera ATBM (Alat tenun bukan mesin) yang tidak mengilat dan motifnya dibuat dengan teknik batik tulis pada umumnya. Desainnya yang cantik membuat batik kontemporer ini terlihat begitu indah. Awalnya Chaliet mendapat pertentangan dari kalangan pecinta batik klasik,namun dia maju terus sehingga batiknya kini telah digemari  hingga ke mancanegara; Perancis,Italia,hingga Jepang. Batik buatan chaliet dianggap tidak memiliki kesan berat dan resmi sehingga pas dengan selera konsumen luar negeri.</p>
<p>Gee batik</p>
<p>Batik ini muncul dengan batik kontemporer yang berbeda. Perpaduan motif batik yang beragam dari motif flora dan fauna,lukisan abstrak ala italia hingga <a href="http://jogja-batik.com">motif batik klasik Yogyakarta</a> seperti kawung,parang atau ceplok. Batik-batik tersebut dibuat dengan bahan katun,sutera dan ATBM dengan teknik batik tulis. Batik ini kesannya sangat agresif,berani dan begitu abstrak. Beberapa bahkan sangat abstrak sehingga sudah tidak mirip batik lagi. Kesan santai namun berani pun sangat terasa pada setiap kain yang tercipta. label <a href="http://jogja-batik.com">batik asal yogyakarta</a> yang sering pameran di luar negeri ini membuat setiap motif hanya satu bahan saja .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-kontemporerfree-style/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Batik Malaysia Kian Berjaya?</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/benarkah-batik-malaysia-kian-berjaya/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/benarkah-batik-malaysia-kian-berjaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 06:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Even]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Persaingan kepemilikan atas batik antara Indonesia &#8211; Malaysia,makin tajam. Awal tahun 2012 ini,negeri jiran ini menggelar pemilihan Putri Batik malaysia yang terbuka diikuti internasional.
Inikah tanda-tanda batik Malaysia kian berjaya? gebrakan itu,pastinya menjadi pemicu Indonesia untuk terus merapatkan strategi,khususnya tentang branding kepemilikan internasional. Sebenarnya,seperti apakah batik Malaysia itu?
Pertanyaan itu,dapat dijawab dengan mengunjungi Musium Tekstil Negara di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Persaingan kepemilikan atas batik antara Indonesia &#8211; Malaysia,makin tajam. Awal tahun 2012 ini,negeri jiran ini menggelar pemilihan Putri Batik malaysia yang terbuka diikuti internasional.</p></blockquote>
<p>Inikah tanda-tanda batik Malaysia kian berjaya? gebrakan itu,pastinya menjadi pemicu Indonesia untuk terus merapatkan strategi,khususnya tentang branding kepemilikan internasional. Sebenarnya,seperti apakah batik Malaysia itu?</p>
<p>Pertanyaan itu,dapat dijawab dengan mengunjungi Musium Tekstil Negara di jalan Sulta Hushamudin Kuala Lumpur. Musium yang menggambarkan perkembangan tekstil sebagai ciri dan gaya hidup masyarakat Malaysia,sejak jaman pra sejarah. Museum terdiri dari empat galeri. Yakni galeri Ratna Sari,galeri Pohon Budi,galeri Teluk Berantai dan galeri Pelangi. Batik Malaysia dapat dilihat dari galeri pelangi,yang memuat koleksi batik ikat celup dan batik canting. &#8220;Kami juga menggunakan canting,malam,dan kombinasi kuas,&#8221; kata Aminuddin,salah seorang petugas museum. Siang itu (Selasa,20 Desember 2011) sedang berlangsung pameran batik sekaligus workshop. Beberapa perempuan dan laki-laki muda sedang serius melukis batik. Motif flora : Bunga dan Tumbuhan,mendominasi. Batik (lukis) malaysia,menggunakan warna-warni atraktif. Ini mengingatkan batik Pesisiran di negeri kita. Pada almari pajang yang terbuat dari kaca tebal,dapat dilihat perlbagai motif batik Malaysia. Sebagian besar,motif flora dan motif abstrak pada batik ikat.<span id="more-236"></span></p>
<p>Namun pada display batik koleksi &#8220;Batik Ela&#8221; yang terkenal inovatif dalam reka corak,dapat dijumpai motif sosok wayang dengan warna-warna coklat tanah (sogan) sebagaimana <a href="http://jogja-batik.com">batik Yogyakarta</a> atau Solo. Meski sosok wayang itu,tidak berarti salah satu tokoh dalam pewayangan sebagaimana dipahami oleh masyarakat Indonesia.<br />
Motif batik Malaysia juga ditegaskan oleh paparan-paparan dalam museum itu sebagai warisan budaya Melayu. Motif selalu menggambarkan kegembiraan hidup melalui bunyi,irama dan perpaduan sebagai ungkapan kreatif seni persembahan kepada generasi ke generasi penerus. Jika dilihat koleksi tampilan desain busana,secara kuantitas batik Malaysia lebih banyak dikenakan karena kebanyakan warga Malaysia berbusana ala melayu (muslim). Sehingga lebih &#8220;tertangkap mata&#8221;.<br />
Salah satu hal penting,museum tekstil negara tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Malaysia untuk eksis dalam kepemilikan atas hak intelektual batik. Keseriusan lain,dapat dilihat dari aspek pencitraan yang sangat gencar dan ini menciptakan pasar tersendiri. Aktivitas terbaru,mencari sosok &#8220;putri batik Malaysia&#8221; yang terbuka untuk internasional.<br />
Jika dipantau dari jumlah dan asal peserta,acara tersebut cukup menarik minat internasional. Termasuk Putri Indonesia,Melissa putri. Meski keikutsertaan Melissa putri,terasa aneh. Karena nampak tidak sensitive dengan strategi pergulatan kepemilikan hak intelektual atas batik. Seharusnyalah para public figure dan pemerintah meningkatkan kepekaan atas jurus-jurus pencitraan batik ke tingkat dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/benarkah-batik-malaysia-kian-berjaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suluk,Perawan Batik,Inspirasi dari Yogya Untuk Nusantara</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/sulukperawan-batikinspirasi-dari-yogya-untuk-nusantara/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/sulukperawan-batikinspirasi-dari-yogya-untuk-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 03:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Even]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Sensitif terhadap talenta,lalu mengombinasikan dengan bidang lain untuk bermanfaat bagi kehidupan masyarakat luas,agaknya harus menjadi bagian gaya hidup kalangan yang sudah mapan. Baik mapan secara bakat/profesi,finansial maupun jejaring. Talenta juga merupakan karunia Tuhan pada setiap individu  yang dapat menjadi pintu gerbang untuk memberikan sumbangsih bagi sesama.
&#8220;Saya ingin talenta membatik menjadi pintu sumbangsih bagi masyarakat,&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sensitif terhadap talenta,lalu mengombinasikan dengan bidang lain untuk bermanfaat bagi kehidupan masyarakat luas,agaknya harus menjadi bagian gaya hidup kalangan yang sudah mapan. Baik mapan secara bakat/profesi,finansial maupun jejaring. Talenta juga merupakan karunia Tuhan pada setiap individu  yang dapat menjadi pintu gerbang untuk memberikan sumbangsih bagi sesama.<br />
&#8220;Saya ingin talenta membatik menjadi pintu sumbangsih bagi masyarakat,&#8221; kata Surosso,perancang busana dan seniman batik. Batik adalah keseharian hidup Rosso. Dari batik pula,rosso mendasarkan semua gaya hidup. Tidak hanya sebagai busana atau bisnis. Akan tetapi dia sangat menghayati <a href="http://jogja-batik.com">filosofi batik </a>dan menerapkan dalam kehidupan.<br />
Salah satunya adalah filosofi batik yang menyiratkan adanya proses dalam kehidupan ini. Proses perencanaan,pewarnaan,simbolisasi dalam setiap motif,harapan yang belum pasti menjadi kenyataan. &#8220;Belajar membatik sama dengan belajar tentang proses kehidupan itu sendiri,&#8221; kata Rosso,yang sudah melanglang buana berkat konsistensinya mengembangkan dan menangani batik tulis proses alam.<br />
Jam terbang Rosso yang sudah cukup tinggi,membuatnya memiliki pola pikir luas. Mengolaborasi batik dengan isu bencana alam erupsi Merapi- bukanlah hal yang mustahil. Bahkan untuk visualisasi,diekspresikan melalui seni tari.<br />
&#8220;Kita harus saling tanggap dan mengingatkan agar ramah pada alam dengan cara mengenal alam lebih maksimal,&#8221; katanya. Bencana alam yang terjadi silih berganti di Indonesia,menurut Rosso,sangat memprihatinkan. Sejarah sudah membuktikan bahwa salah satu penyebab banyaknya korban jiwa adalah karena manusia kurang mengindahkan isyarat-isyarat dari alam yang secara keilmuan dapat dibuktikan. Efek lain dari bencana adalah terlupakannya kekayaan intelektual berupa seni dan budaya yang mencerminkan tingkat martabat suatu bangsa. Sebab semua pihak sibuk mencari selamat. Perlu kiranya membuat kolaborasi untuk menggali,melestarikan serta mengembangkan kekayaan seni dan budaya berupa seni tari,seni karawitan,wayang kulit yang sangat potensial untuk disaring ke dunia industri kreatif. &#8220;Dunia mode sangat fleksibel untuk dikolaborasikan ke dalam berbagai macam unsur seni terutama tari,musik dan pertunjukan.&#8221; katanya.<br />
Saat ini,Rosso memiliki karya batik motif terbaru,juga rancangan-rancangan busana terkini yang berkonsep pada pelestarian alam dan penjagaan keajegan seni budaya nusantara. Melalui karya &#8220;Suluk Perawan Batik&#8221; yang hendak digelar dalam waktu dekat dia tergugah merangkul semua pihak untuk selangkah lebih maju sebagai &#8220;peringatan&#8221; bersama dalam mengantisipasi peristiwa bencana alam yang realitanya mungkin akan terus terjadi sehubungan dengan kondisi geografis Indonesia.<br />
Dari Yogyakarta semua inspirasi ini hendak kami persembahkan untuk Nusantara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/sulukperawan-batikinspirasi-dari-yogya-untuk-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jarum,Desa Wisata Batik Tulis</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/jarumdesa-wisata-batik-tulis/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/jarumdesa-wisata-batik-tulis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 04:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setiap emperan atau teras rumah ada kegiatan membatik dan merupakan pemandangan spesifik di Sentra Batik Tulis Desa Jarum Kecamatan bayat Kabupaten Klaten. Desa Jarum kini memang bukan sekedar sentra batik tulis,namun telah berkembang menjadi desa wisata sekaligus sentra penjualan batik.
Puluhan perempuan yang sedang membatik menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan maupun pembeli batik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir setiap emperan atau teras rumah ada kegiatan membatik dan merupakan pemandangan spesifik di Sentra Batik Tulis Desa Jarum Kecamatan bayat Kabupaten Klaten. Desa Jarum kini memang bukan sekedar sentra batik tulis,namun telah berkembang menjadi desa wisata sekaligus sentra penjualan batik.<br />
Puluhan perempuan yang sedang membatik menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan maupun pembeli <a href="http://jogja-batik.com">batik tulis </a>Bayat Klaten. Sentra batik tulis yang menyebar di 13 pedukuhan ini memang mempunyai riwayat panjang. Diawali dengan sejumlah warga yang menjadi b uruh batik di luar desa. Lantaran harus merawat anak,maka pekerjaan membatik ini dibawa pulang,sehingga pekerjaan membatik ini bisa dilakukan di rumah masing-masing sambil merawat anak.<br />
Sebagai petani tadah hujan,hasilnya tidak bisa diharapkan. Karena itu,bagi warga laki-laki Jarum banyak yang merantau ke Yogyakarta,Solo,Semarang dan beberapa kota lain untuk mengayuh becak,disamping banyak yang membuka warung angkringan. Sementara itu,sejumlah penduduk wanita menjadi buruh batik didesa-desa sekitar sini. Selain membatik,sebagai pekerjaan pokok,para perempuan di desa ini juga membuka usaha krupuk bawang.<br />
Sebagai bayan (pamong desa) Suyanto yang membawahi 3 dari 13 pedukuhan tak mau berpangku tangan,setelah pulang dari pekerjaannya melayani masyarakat. Sejak 10 tahun yang lalu,mengembangkan batik kayu dan sekarang ada sekitar 14 pengusaha batik kayu,sementara batik kain sekitar 13 orang. Dari sekitar 3000 jiwa (913 KK) sekitar 1000 orang di antaranya menekuni pekerjaan membatik.<br />
Ny Purwanti adalah salah satu warga yang jeli melihat peluang dunia batik.<br />
Sejak puluhan tahun lalu,merintis usaha batik tulis,sehingga para perempuan di desa ini tidak perlu jauh-jauh mengambil bahan batik. Mereka cukup mengambil bahan yang disediakan di rumah masing-masing.<br />
Karena itu,sebagai perintis sentra batik jarum,Purwanti bangga karena usaha ini berkembang dengan baik. Lebih-lebih setelah Unesco menyatakan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia,maka batik Jarum bergairah lagi. Bahkan terus berkembang dengan menampilkan inovasi produk,setelah batik kayu kini berkembang kearah batik diatas kain lurik,sehingga lurik yang kian tenggelam bisa tertolong.<br />
Desa Jarum mulai diarahkan menjadi desa wisata batik dengan infrastruktur yang cukup memadai,seperti fasilitas pelayanan umum,tempat penginapan,jasa traveling dan sebagainya. Dalam keseharian,permintaan batik kain mapun batik tulis dari Yogyakarta,Jakarta,Bandung,Solo,Bali serta ekspor ke beberapa negara seperti Malaysia,Jepang<Amerika dan sebagainya.<span id="more-210"></span><br />
desa jarum berada sekitar 20 kilometer dari Kota Klaten,bisa lewat Jogonalan atau Wedi. Dari arah Solo,untuk menuju Desa Jarum bisa melewati Pedan,Cawas atau kecamatan Trucuk. Banyak jalan untuk menuju Desa jarum ini,karena juga dilewati angkutan umum. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/jarumdesa-wisata-batik-tulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyusuri Eksotisme Batik Bangkalan</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/menyusuri-eksotisme-batik-bangkalan/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/menyusuri-eksotisme-batik-bangkalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 03:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Jika berbicara mengenai batik di Jawa Timur,maka tak akan lepas dari Batik Madura. Pulau ini merupakan pulau yang juga sudah mengembangkan batik tulis khas daerahnya dari dulu hingga sekarang.
Industri kecil yang menjadi kebanggaan Pulau Madura atau yang biasa disebut dengan Pulau Garam ini adalah batik madura,batik bukan hanya sehelai kain,namun telah menjadi ikon budaya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika berbicara mengenai batik di Jawa Timur,maka tak akan lepas dari Batik Madura. Pulau ini merupakan pulau yang juga sudah mengembangkan <a href="http://jogja-batik.com">batik tulis </a>khas daerahnya dari dulu hingga sekarang.<br />
Industri kecil yang menjadi kebanggaan Pulau Madura atau yang biasa disebut dengan Pulau Garam ini adalah batik madura,batik bukan hanya sehelai kain,namun telah menjadi ikon budaya dan sering menjadi objek penelitian banyak institusi. Di berbagai buku batik terbitan luar negeri,batik Madura menjadi perhatian khusus. <a href="http://www.batikyogyakarta.com/batik-jadi-primoadona/">Motif</a> dan warna yang tertuang dalam kain panjang itu merefleksikan karakter masyarakatnya. Khususnya batik buatan Tanjung Bumi di Kabupaten Bangkalan<br />
<strong>Motif Pesisir </strong><br />
Hampir semua warga desa Tanjung BUmi bekerja sebagai pengrajin batik tulis. Wilayah desa ini memang berdekatan dengan pantai,sehingga banyak warga yang bekerja sebagai nelayan. Konon ceritanya,sambil menunggu suami pulang dari berlayar ke daerah yang jauh,sang istri banyak yang mengisi waktu luangnya dengan membatik.<br />
Kebanyakan motif yang dibuat yaitu motif batik tulis pesisir yang dipengaruhi oleh lingkungan dan letak geografisnya. Menurut Hj Halimnah,pemilik rumah batik,warna-warna khas batik tulis di daerahnya banyak menggunakan warna-warna yang tajam atau ngejreng yang disesuaikan dengan karakter masyarakat Madura. Yang sering terlihat adalah warna merah.<br />
Para pemilik industri kecil batik di Tanjung Bumi,Bangkalan,tak repot-repot untuk menjual hasil produksinya. Walau lokasinya bukan dijalan utama,para pembeli tak kesulitan. sebab daerah Tanjung Bumi sejak dulu sudah dikenal sebagai sentra industri kecil batik dan sekaligus sebagai obyek tujuan wisata.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/menyusuri-eksotisme-batik-bangkalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nilai Ekspor Batik tembus US$ 8,3 juta</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/nilai-ekspor-batik-tembus-us-83-juta/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/nilai-ekspor-batik-tembus-us-83-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 01:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Dinas Perindustrian,Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul mencatat nilai ekspor pakaian batik telah mencapai US$ 8,3 juta dengan volume ekspor 377 kilogram sepanjang 2010 sampai bulan Maret 2011.
Kepala Seksi Perdagangan Disperindagkop Bantul Sahadi Suparjo mengatakan produk batik menempati urutan teratas dari lima produk ekspor unggulan dari Bantul padahal pada sebelum 2010 produk kerajinan non batik selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Dinas Perindustrian,Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul mencatat nilai ekspor pakaian batik telah mencapai US$ 8,3 juta dengan volume ekspor 377 kilogram sepanjang 2010 sampai bulan Maret 2011.</p></blockquote>
<p>Kepala Seksi Perdagangan Disperindagkop Bantul Sahadi Suparjo mengatakan <a href="http://jogja-batik.com">produk batik </a><span id="more-174"></span>menempati urutan teratas dari lima produk ekspor unggulan dari Bantul padahal pada sebelum 2010 produk kerajinan non batik selalu merajai sektor ekspor baik volume maupun nilai jual.</p>
<p>Meski nilainya tinggi,secara volume ekspor  produk batik masih rendah ketimbang kerajinan kertas,yakni satu juta kilogram. Ini menunjukan bahwa produk batik memang memiliki nilai jual lebih tinggi.</p>
<p>Ditambahkan Sahadi,selama ini negara jerman merupakan tujuan ekspor utama dengan nilai mencapai US$ 8,6 juta dari volume ekspor seberat 534 kilogram lebih. Menyusul Amerika dengan nilai jual sekitar US$ 3,9 juta dari total volume sebanyak 676 kilogram lebih.<!--more--></p>
<p>Kepala Disperindagkop mengatakan ekspor batik memang meledak pasca diakuinya hak cipta karya membatik dari Indonesia oleh UNESCO. Kedepan,ekspor sektor tersebut akan diarahkan untuk barang jadi.</p>
<p>Istilahnya ada ekspor tekstil dan produk tekstil,kalau cuma kain itu murah namanya ekspor tekstil tapi kalau sudah jadi pakaian dengan motif tertentu istilahnya produk tekstil jadi bisa lebih tinggi nilai jualnya.</p>
<p>Apalagi konsumen mancanegara menyukai produk bernilai seni tinggi ketimbang produk pabrik. Karena itu ekspor diarahkan ke produk batik tulis dengan pewarna alami dan mempunyai nilai seni. Penjualannya juga direncanakan membidik konsumen di Perancis yang merupakan tujuan ke tiga negara ekspor karena negara itu merupakan pusat mode Dunia.</p>
<p>Untuk lokasi kerajinan,sejauh ini sentra perajin diketahui masih terdapat di Kecamatan Pandak dan Imogiri,yang mayoritas  merupakan industri rumah tangga. Kalau bersaing dengan produk pabrik atau manufaktur jelas akan kalah dengan produk China tapi kalau batik yang memiliki nilai seni,jualnya bisa lebih mahal. Nilai ekspor batik meningkat mencapai 8% dibanding 2010.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/nilai-ekspor-batik-tembus-us-83-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Lasem Berselera Bali</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-lasem-berselera-bali/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-lasem-berselera-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 02:17:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Review Produk Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[
Menampilkan batik tulis khas lasem,atau batik pesisiran saat ini telah hadir desain busana batik yang dirancang dengan karakter khas bali. Mengedepankan rancangan busana siap pakai,karakter busana khas bali dengan kekhasan kain lilit yang dipasang diluar baju dipola menyatu dengan pemisahan bahan yang kontras. Adat bali dengan kain yang dililit dan hiasan rambut atau kepala menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jogja-batik.com/wp-content/uploads/2011/01/kd-raul-02.jpg" alt="sarimbit tenun" /><br />
Menampilkan batik tulis khas lasem,atau batik pesisiran saat ini telah hadir desain busana batik yang dirancang dengan karakter khas bali. Mengedepankan rancangan busana siap pakai,karakter busana khas bali dengan kekhasan kain lilit yang dipasang diluar baju dipola menyatu dengan pemisahan bahan yang kontras. Adat bali dengan kain yang dililit dan hiasan rambut atau kepala menjadi inspirasi untuk dituangkan dalam busana cocktail dress yang simple.<br />
Model busana yang mengadopsi gaya berbusana masyarakat Bal,sementara untuk mempertegas karakternya,kain tenun bali dengan motif dan warna yang khas. Tampilan dress nampak mencolok pada bagian pertemuan dua jenis bahan yang berbeda warna dan jenis kain. Pertemuan antara batik Tulis lasem yang kaya motif dengan kain tenun sarung Bali warna emas menjadi mencolok dan memberi penegasan pada busana.<span id="more-172"></span><br />
Lame,kain sarung tradisional bali yang memiliki warna keemasan mencolok ketika dipadukan dengan kain batik akan kelihatan menonjol dan sengaja digunakan sekaligus menggantikan detail hiasan seperti payet dan bordir.<br />
Batik lasem sejauh ini dikenal memiliki warna-warna cerah dengan motif beragam terutama untuk motif-motif fauna yang rapat. Warna batik yang dipilih untuk koleksi anyar yakni merah marun,biru muda,kuning,oranye,merah muda, dan biru toska. Pilihan bahan selain kain batik tulis dan kain tenun Bali, juga dengan kain tenun lurik klaten dengan motif garis lajur pola tidak rapat. Tenun bali dan <a href="http://www.jogja-batik.com/kain-lurik-troso-motif-sby-an/">tenun lurik klaten </a>melengkapi penampilan berkarakter khas bali.<br />
Meski pola sederhana dan siap pakai,namun tampilan busana pesta tetap tampak anggun dan mewah. Detail hiasan origami dan bahan kain yang sama ditempelkan pada sisi busana. Selain itu nampak tehnik draperi atau kain bergelombang yang nampak seolah memperlihatkan karakter kain bali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-lasem-berselera-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Busana Batik dan Lurik Kian Menarik</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/busana-batik-dan-lurik-kian-menarik/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/busana-batik-dan-lurik-kian-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 13:07:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Review Produk Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Kain batik dan lurik kian menarik. Ditangan desainer kain batik dan lurik ketika dibikin busana yang diperagakan peragawan dan peragawati di panggung kucing bisa kian memikat. Dengan didukung tata lampu gemerlap dan musik menghentak. Terlebih peragaan busana didukung gemerlap lampu dan iringan musil yang menghentak membuat para fotograger dan penonton semakin terpikat.
Dalam gelaran peragaan busana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><a href="http://www.jogja-batik.com/category/kain/">Kain batik </a>dan lurik kian menarik. Ditangan desainer kain batik dan lurik ketika dibikin busana yang diperagakan peragawan dan peragawati di panggung kucing bisa kian memikat. Dengan didukung tata lampu gemerlap dan musik menghentak. Terlebih peragaan busana didukung gemerlap lampu dan iringan musil yang menghentak membuat para fotograger dan penonton semakin terpikat.</p></blockquote>
<p>Dalam gelaran peragaan busana bertema &#8220;Mahoni&#8217;s Hidden Treasure: Revealing Javanese Culture&#8221; menampilkan 54 koleksi busana variatif. Untuk itu,sebelum peragaan busana berlangsung,dilakukan diskusi antara perajin,desainer dan pengamat fashion dengan tema &#8221; Respons Pasar Fashion bagi Produk Batik,Lurik, dan <a href="http://www.jogja-batik.com/category/pernik/">Asesoris</a> Logam&#8221; Dialog terseut dapat berbagi pengalaman untuk pengembangan produk dan manajemen untuk membangun relasi dan pasar baik di dalam negeri maupun mancanegara.<span id="more-169"></span></p>
<p>Berbagai produk kain batik,lurik dan aksesoris yang diperagakan tersebut karya para perajin dari desa yang terdampak gempa jogja 2006. Berbagai produk kain batik, <a href="http://www.jogja-batik.com/?s=lurik">lurik </a>dan kerajinan bisa diminati pasar mancanegara. Terutama produk kain batik ,lurik dan aksesoris dengan desain kreatif yang berfungsi untuk fashion. Bahkan karya desain kreatif yang dipasarkan untuk mancanegara mampu memprediksi trend 1-1,5 tahun. Sehingga,berbagai produk kerajinan yang dipasarkan untuk mancanegara lebih variatif,kreatif dapat diminati pasar luar negeri. Saat ini produk-produk jenis tersebut telah mampu menembus jaringan pasar 9 negara seperti, Amerika,Belanda,Inggris,Spanyol,Jepang,Australia,Kanada dan negara lainnya. Bahkan kini sedang memperkuat jaringan pasar di negara Singapura. Kuncinya,para perajin dan desainer mampu menciptakan karya dengan desain kreatif sesuai tuntutan pasar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/busana-batik-dan-lurik-kian-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mempopulerkan Batik Kontemporer</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/mempopulerkan-batik-kontemporer/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/mempopulerkan-batik-kontemporer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 01:28:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Dari masa ke masa,batik Indonesia senantiasa mengalami perkembangan. Baik motif maupun tehnik penciptaannya. Hal itu tak lepas dari tuntutan masyarakat yang menghendaki agar penggunaan batik menjadi lebih fleksibel dan fashionable.
Sejak beberapa tahun silam,Sugeng Waskito dari Yogyakarta mencoba melakukan terobosan baru. Menciptakan motif batik yang sama sekali lepas dari pakem. Desainer yang juga dikenal sebagai instruktur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari masa ke masa,<a href="http://jogja-batik.com">batik Indonesia</a> senantiasa mengalami perkembangan. Baik motif maupun tehnik penciptaannya. Hal itu tak lepas dari tuntutan masyarakat yang menghendaki agar penggunaan batik menjadi lebih fleksibel dan fashionable.<br />
Sejak beberapa tahun silam,Sugeng Waskito dari Yogyakarta mencoba melakukan terobosan baru. Menciptakan motif batik yang sama sekali lepas dari pakem. Desainer yang juga dikenal sebagai instruktur model itu menyebutnya sebagai motif abstrak kontemporer. Begitupun tehnik penciptaannya,sama sekali di luar kelaziman,yakni menggunakan sapuan kuas.<br />
Dengan terobosan semacam itu terbukti Sugeng Waskito dapat menghasilkan sesuatu yang baru yaitu motif batik abstrak kontemporer yang inovatif,kaya warna dan lebih aplikatif. &#8220;Dalam arti,motif yang kami hasilkan dapat diterapkan untuk lebih banyak pemakaian. Yang jelas,motif-motif semacam ini lebih disukai kaum muda.&#8221;<br />
Sugeng merasa terpanggil untuk turut mempopulerkan penggunaan batik di masyarakat. Jika selama ini penggunaan batik sebatas hanya untuk busana resmi,Sugeng tergerak menciptakan batik yang dapat diaplikasikan sebagai pakaian sehari-hari dan baju pesta untuk remaja yang relatif casualities. Dengan motif batik abstrak kontemporer ciptaannya,sejauh ini usaha Sugeng cukup berhasil.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/mempopulerkan-batik-kontemporer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu Batik Tulis Asli Yogyakarta</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/berburu-batik-tulis-asli-yogyakarta/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/berburu-batik-tulis-asli-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 01:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Ingin Melihat Keaslian Batik Tulis khas Yogyakarta? Anda Bisa Berkunjung ke Giriloyo,Bantul daerah Selatan Yogyakarta.
Batik Indonesia sudah dikukuhkan sebagai warisan budaya UNESCO pada awal oktober 2009 yang lalu. Sebagai warga negara yang baik,kepuasan pengakuan ini harus diikuti dengan menggunakan batik yang benar-benar diproduksi di Indonesia. Ini mengingat sudah banyak produk batik impor yang membanjiri pasar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ingin Melihat Keaslian Batik Tulis khas Yogyakarta? Anda Bisa Berkunjung ke Giriloyo,Bantul daerah Selatan Yogyakarta.</strong></p>
<p>Batik Indonesia sudah dikukuhkan sebagai warisan budaya UNESCO pada awal oktober 2009 yang lalu. Sebagai warga negara yang baik,kepuasan pengakuan ini harus diikuti dengan menggunakan batik yang benar-benar diproduksi di Indonesia. Ini mengingat sudah banyak produk batik impor yang membanjiri pasar tekstil di Indonesia. Padahal jika ditilik,motifnya adalah motif batik Indonesia.</p>
<p>Batik Indonesia tak hanya berasal dari satu daerah melainkan berasal dari semua daerah dari Sabang sampai Merauke. Ada batik Sumatera,batik Madura,batik Pekalongan,batik Cirebon,dan yang tak kalah menariknya adalah <a href="http://batikyogyakarta.com">batik Yogyakarta</a>.<span id="more-91"></span></p>
<p><strong>Keasliannya Tetap Terjaga </strong><br />
Ragam motif <a href="http://jogja-batik.com">batik Yogyakarta</a> setidaknya lebih dari 400 motif,termasuk motif klasik dan modern. Seperti motif Bokor Kencono,Motif Anggur,Motif Sekar Asih,dan motif Jahe. Selain motifnya kuno,tampilannya juga terkesan lawas karena batik ini terliat kusam. Penampilan yang lusuh bukan berarti kualitasnya jelek atau terlihat sebagai barang seken. Penampilan batik hasil pengrajin Giriloyo memang memiliki karakteristik seperti itu karena dibuat dari pewarna alami,bukan buatan. Meskipun dijual juga kain batik dengan pewarna buatan,batik dengan pewarna bahan alami inilah salah satu ciri khas <a href="http://jogja-batik.com">batik Yogyakarta</a> yang diproduksi di Giriloyo.<br />
Keaslian batik Yogyakarta khas Giriloyo ini juga terlihat dari proses pembuatannya. Motif batik tidak dibuat menggunakan cap melainkan menggunakan tangan atau dikenal dengan batik tulis.</p>
<p><strong>Dari abdi Dalem Keraton</strong><br />
Ilmu membatik di daerah ini sudah lama. Setidaknya bebarengan dengan dibangunnya makam raja-raja imogiri. Dahulu kala,setelah makam itu jadi,beberapa <em>abdi dalem </em> keraton Yogyakarta yang rata-rata bisa membatik,ada yang ditugaskan untuk menjaga makam para raja-raja keraton Kasultanan Yogyakarta dan Kasultanan Solo itu.<br />
Para abdi dalem tersebut lalu mengisi waktunya dengan membuat batik pesanan dari keraton Yogyakarta. Semakin lama,pesanan kain batik tidak bisa dipenuhi oleh warga sekitar makam. Mereka pun lantas meminta bantuan warga Giriloyo,desa yang lokasinya berdekatan. Warga Giriloyo pun lama kelamaan lihai membuat batik. Akhirnya,nama Giriloyo lebih terkenal sebagai daerah pembuat batik ketimbang daerah di sekitar makam Imogiri.<br />
Kini ketrampilan membatik pun masih diwariskan kepada anak cucu mereka. Di desa ini,terdapat sekitar 100 pengrajin. Semua tersebar di 3 dusun,dusun Giriloyo, dusun Karangkulon dan dusun Cengkehan. Meski tersebar,jalinan keakraban antar pengrajin tetap terjaga karena mereka tergabung dalam Paguyuban Seni Batik.<br />
Hasil kerajinan batik yang dijual paling banyak berupa lembaran kain. Ukurannya bermacam-macam tergantung dari kegunaan lembaran kain itu. Jika kain akan digunakan untuk membuat baju,ukurannya sekitar 2 x 1 m. Ada juga yang berukuran 2 x 1,5 m.<br />
Harga 1 lembar<a href="http://www.jogja-batik.com/category/kain/"> kain batik</a> ditentukan dari kualitas kain,pewarna dan motifnya. Harga <a href="http://batikeksklusif.jogja-batik.com/">kain batik sutra</a> dengan pewarna alami bisa mencapai Rp 2 juta &#8211; Rp 3 jutaan. Sedangkan dengan kain yang sama tetapi menggunakan pewarna buatan harganya sekitar Rp 1,4 jutaan. Untuk kain non sutra,harganya lebih murah. Satu lembar<a href="http://www.jogja-batik.com/category/kain/"> kain batik</a> dari katun dengan pewarna alami harganya sekitar Rp 300 ribu an hingga Rp 1 jutaan.<br />
Harga yang relatif mahal ini disebabkan pembuatan 1 lembar kain membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit . Proses pembuatan ini bisa mencapai 1 minggu dan dilakukan dengan menggunakan tangan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/berburu-batik-tulis-asli-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

