<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Batik Yogyakarta &#187; Sejarah</title>
	<atom:link href="http://www.batikyogyakarta.com/category/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.batikyogyakarta.com</link>
	<description>Informasi Seputar Batik Dan Jogja</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 08:22:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Memilih batik Untuk Wedding</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/memilih-batik-untuk-wedding/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/memilih-batik-untuk-wedding/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 04:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Ketika anda memilih kain batik sebagai busana pengantin anda,memilih motif kain batik sesuai dengan tema dan adat budaya yang akan dipakai merupakan hal yang harus diperhatikan. Untuk itu,bicarakan lebih dulu dengan designer serta dengan tokoh adat agar terhindar dari kekeliruan.
Setiap motif batik klasik selalu memiliki filosofi,nilai dan makna tersendiri. Beberapa motif bahkan ada yang dianggap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika anda memilih kain batik sebagai busana pengantin anda,memilih motif kain batik sesuai dengan tema dan adat budaya yang akan dipakai merupakan hal yang harus diperhatikan. Untuk itu,bicarakan lebih dulu dengan designer serta dengan tokoh adat agar terhindar dari kekeliruan.<br />
Setiap motif batik klasik selalu memiliki filosofi,nilai dan makna tersendiri. Beberapa motif bahkan ada yang dianggap sakral dan hanya dapat dipakai pada kesempatan atau peristiwa tertentu,seperti dalam adat dan budaya Jawa. Batik yang dipakai untuk upacara pernikahan tentunya tidak sama dengan batik yang digunakan saat menghadiri acara lelayu (dalam bahasa Jawa berarti kematian).</p>
<p><strong>Beragam Motif</strong><br />
Batik yang digunakan dalam acara pernikahan pun berbeda-beda.Kain yang dipakai oleh orang tua pengantin dengan yang dipakai pengantinnya sendiri tidak sama,apalagi dengan para tamu undangannya. Motif batik yang dipakai orang tua pengantin saat pernikahan juga berbeda dengan kain yang dipakai saat upacara siraman. Kedengarannya terkesan ribet ya? Untuk satu acara saja seseorang bisa membutuhkan beberapa jenis kain batik dengan motif yang berbeda. Hal ini tidak lepas karena setiap corak batik memiliki lambang masing-masing yang menentukan pemakaian atau penggunaannya.<br />
<a href="http://jogja-batik.com">Motif parang</a>,motif jenis ini sangat jarang digunakan untuk menghadiri acara pernikahan,apalagi dipakai sebagai busana pengantin. Parang artinya benda tajam,dalam tradisi jawa penggunaan <a href="http://www.batikyogyakarta.com/corak-utamacorak-tambahan-dan-corak-pinggir-pada-batik/">motif </a>parang saat acara pernikahan dipercaya dapat menimbulkan perang dalam rumah tangga atau menyebabkan rumahtangga yang dibangun si pengantin kelak akan dipenuhi dengan pertengkaran.<br />
Motif Sidomukti atau dinamakan juga sebagai sawitan (sepasang). Berasal dari kata sido yang berarti hidup berkecukupan dan bahagia. Motif ini melambangkan harapan akan masa depan yang baik dan penuh kebahagiaan untuk kedua mempelai. Karena artinya ini,motif sidomukti termasuk motif yang paling populer digunakan oleh pengantin pria dan wanita pada acara pernikahan.<span id="more-197"></span><br />
Selain sidomukti terdapat pula motif sidoasih yang maknanya hidup dalam kemuliaan dan motif sidoluhur yang berarti hidup selalu berbudi luhur. Ada pula motif yang bukan sawitan kembar,tetapi biasanya dipakai pasangan pengantin yaitu motif Ratu Ratih berpasangan dengan Semen rama,yang melambangkan kesetiaan seorang istri kepada suaminya.<br />
Pada upacara perkawinan orang tua pengantin biasanya memakai motif truntum yang dapat pula berarti menuntun,yang maknanya menuntun kedua mempelai dalam memasuki liku-liku kehidupan baru yaitu berumah tangga. Dikenal juga motif Sido Wirasat,wirasat berarti nasehat,dan pada motif ini selalu terdapat kombinasi Truntum di dalamnya,yang melambangkan orangtua akan selalu memberi nasihat dan menuntun kedua mempelai dalam memasuki kehidupan berumahtangga. Sebenarnya masih banyak lagi motif yang bisa dipakai pasangan pengantin,semuanya diciptakan dengan melambangkan harapan,pesan,niatn dan itikad baik kepada pasangan pengantin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/memilih-batik-untuk-wedding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Corak Utama,Corak Tambahan dan Corak Pinggir pada batik</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/corak-utamacorak-tambahan-dan-corak-pinggir-pada-batik/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/corak-utamacorak-tambahan-dan-corak-pinggir-pada-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 02:46:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Corak utama terlebih pada badan dan kepala kain yang tampak dominan. bagian corak utama merupakan ungkapan perlambangan.
Corak alas-alasan (hutan) melukiskan kehidupan flora dan fauna khususnya di hutan. Corak kawung menggambarkan biji buah kawung atau buah aren yang tersusun diagonal dua arah. Susunan biji-bijian sangat terukur,yaitu empat buah bentuk oval yang tersusun dalam sebuah lingkaran. ragam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Corak utama terlebih pada badan dan kepala kain yang tampak dominan. bagian corak utama merupakan ungkapan perlambangan.<br />
Corak alas-alasan (hutan) melukiskan kehidupan flora dan fauna khususnya di hutan. Corak kawung menggambarkan biji buah kawung atau buah aren yang tersusun diagonal dua arah. Susunan biji-bijian sangat terukur,yaitu empat buah bentuk oval yang tersusun dalam sebuah lingkaran. ragam hias ini menjadi corak utama pada sehelai kain. <a href="http://jogja-batik.com">Corak truntum</a> terdiri dari poila bunga-bunga kecil yang baru mekar. Pola tersusun secara sejajar merata ke seluruh permukaan kain yang berwarna gelap. Bunga kecil ini berkelompok delapan yang dilukiskan dalam bentuk garus spiral kecil yang menajam pada ujung-ujungnya. Corak mega mendung berarti kumpulan awan. Ragam hias ini menampilkan aneka lajur berlekuk dengan nuansa kebiruan dan putih.</p>
<p>Corak Tambahan</p>
<p>Isen-isen merupakan corak tambahan untuk mengisi bidang kosong pada kain. Isen-isen memiliki nama tersendiri untuk setiap jenisnya. Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Setiap bidang kosong diisi sampai serinci mungkin sehingga menuntut kesabaran dan ketelitian.<span id="more-188"></span></p>
<p>Corak Pinggir<br />
Corak pinggiran biasanya dijumpai pada kain-kain panjang batik pesisir dan kain sarung. Corak pinggir aneka ragam bentuknya seperti corak sered atau corak untu walang (bentuk geometris segitiga) pada kain-kain panjang dan selendang.</p>
<p>Corak Baru<br />
Corak baru merupakan salah satu upaya untuk meneruskan kegiatan yang disesuaikan  dengan perkembangan selera pasar. Upaya-upaya dilakukan dengan mengolah dan memanfaatkan tehnik dan bahan yang ada.Batik yang tadinya lebih banyak menggunakan kain katun dan sutra berkembang menggunakan aneka macam bahan kain.<br />
Aspek pewarnaan kain juga semakin berkembang ragamnya. Warna-warna baru dibuat dengan pewarna buatan yang tidak ditemukan dalam batik tradisional. Perkembangan tehnik batik menyebar ke seluruh penjuru tanah air. gagasan coraknya juga diangkat dari budaya masyarakat setempat. Banyak diantaranya merupakan ragam hias ukiran kayu seperti batik tulis buatan masyarakat papua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/corak-utamacorak-tambahan-dan-corak-pinggir-pada-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Tulis Melawan Zaman</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-tulis-melawan-zaman/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-tulis-melawan-zaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 00:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini batik tulis tengah berjuang dari serangan eksistensi batik printing. Batik printing lah yang saat ini merajai konsumsi pasar,batik tulis mencoba bertahan ditengah persaingan. Meskipun akhirnya industri batik tulis harus mengakui kalah telak dengan perkembangan yang terjadi di dunia batik. Ironis memang. Ketika zaman mulai berkembang,batik tulis semakin terjepit.
Patut diacungi jempol,para perajin serta pengusaha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini batik tulis tengah berjuang dari serangan eksistensi batik printing. Batik printing lah yang saat ini merajai konsumsi pasar,batik tulis mencoba bertahan ditengah persaingan. Meskipun akhirnya industri batik tulis harus mengakui kalah telak dengan perkembangan yang terjadi di dunia batik. Ironis memang. Ketika zaman mulai berkembang,batik tulis semakin terjepit.<br />
Patut diacungi jempol,para perajin serta pengusaha batik tulis itu memamerkan karya mereka dalam satu ruang. Memang tidak dijual secara langsung. Karena seluruh karya yang ada di ruang pamer itu kemudian akan ditempatkan di museum Batik Imogiri.<br />
Perlu adanya strategi dalam menghadapi batik di era masa kini. Dan yang perlu dilakukan saat ini adalah pelestarian. salah satu perkembangan batik masa ini adalah pemakaian seragam batik di berbagai kantor dan instansi. Batik yang dipakai biasanya jenis printing. Karena berbagai alasan batik printing memang layak untuk dipilih. Padahal kenyataan itu menjadi salah satu faktor semakin terpinggirnya eksistensi batik tulis.<br />
Kilas balik sejarah,zaman dulu yang dipakai adalah zat warna alam motif kuno. dengan prinsip itu,mencari yang kuno tentu akan langka. Mungkin filosofi itulah yang dipakai untuk menggambarkan strategi batik tulis ketika bertahan di tengah rotasi jaman. Jika telah langka dan semakin kuno tentu akan semakin diburu  dan akan bernilai mahal. Tak usah berpikir tentang kontemporer. Strateginya ya tetap melestraikan batik tulis.<span id="more-186"></span><br />
Dalam perkembangannya sendiri batik tulis mengalami penjiplakan dan tentsu sangat merugikan. Dan itu sering juga dialami. Batik tulis adalah induknya. Yang masih menjadi semangat para pelaku dengan ketelatenannya bisa unjuk gigi dimata dunia. Wajar jika kemudian Indonesia menjadi tuan rumah dalam menggelar World Summit batik 2011 yang digelar dijakarta 28 September- 2 Oktober mendatang. Tepat saat ulang tahun kedua,seluruh dunia akan pameran batik di Jakarta.<br />
Momentum ini juga dikatakan sebagai peringatan perpindahan busana Mataram dari Surakarta ke Yogyakarta pasca perjanjian Giyanti. harapannya tak ada lagi kotak kotak atau pembeda antara Surakarta dan Yogyakarta dalam hal batik. Karena pada dasarnya yang dimiliki adalah <a href="http://jogja-batik.com">batik mataram</a>. Pembatikan tidak ditentukan oleh distrik tapi ruang budaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-tulis-melawan-zaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Tie Dye (Ikat Celup)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/sekilas-tentang-tie-dye-ikat-celup/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/sekilas-tentang-tie-dye-ikat-celup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2010 00:55:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Produk Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[ikat celup]]></category>
		<category><![CDATA[tie dye]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Konon tehnik Tie Dye (ikat celup) sudah dipakai orang-orang Afrika kuno sejak ratusan tahun yang lalu. Pada masa itu dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana,mereka menggunakan pewarna dengan mengambil warna dari tumbuh-tumbuhan,mulai akar,batang hingga daun.
Setiap tumbuhan biasanya mempunyai kelebihan yang berbeda untuk warna yang dihasilkan. Dengan cara yang sederhana pula mereka memintal benang,mengikat dan mencelup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konon tehnik Tie Dye <a href="http://www.jogja-batik.com/kain-jumputan/">(ikat celup)</a> sudah dipakai orang-orang Afrika kuno sejak ratusan tahun yang lalu. Pada masa itu dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana,mereka menggunakan pewarna dengan mengambil warna dari tumbuh-tumbuhan,mulai akar,batang hingga daun.<br />
Setiap tumbuhan biasanya mempunyai kelebihan yang berbeda untuk warna yang dihasilkan. Dengan cara yang sederhana pula mereka memintal benang,mengikat dan mencelup benang dengan pewarna serat alam menjadi selembar kain.<span id="more-152"></span><br />
Hal ini terus berkembang,baik secara tehnik mengikat benang maupun pewarnaannya. Hingga pada abad 19, Tie Dye dikenal kembali  baik di negara India,Jepang,Cina maupun Indonesia tepatnya di Pulau Lombok,Bali dan Jawa. Dengan beberapa kreasi produk,Tie Dye bukan hanya menjadi selembar kain saja tetapi menjadi kaos dengan warna-warna cerah. Warna-warna cerah ini sudah tidak lagi diambil dari tumbuh-tumbuhan tetapi seiring dengan perkembangan jaman yang kian maju,zat pewarna yang terbuat dari bahan-bahan kimia dengan menghasilkan warna-warna yang  beragam sehingga menjadi produk yang lebih indah dan menarik.<br />
Dan di era tahun 1960 an kaos dan baju ponco menjadi kostum yang khas bagi kaum hippies dalam setiap pesta musik saat itu. (to be continued)&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/sekilas-tentang-tie-dye-ikat-celup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Penyelamat&#8221; Batik dari Jerman</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/penyelamat-batik-dari-jerman/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/penyelamat-batik-dari-jerman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2010 06:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Tampaknya terlalu berlebihan jika menyebut kain-kain batik bersejarah dari Indonesia,selama ini dikumpulkan atau mungkin &#8220;diselamatkan&#8221; oleh Rudolf G Smend,pecinta dan kolektor batik berkebangsaan Jerman. Namun,faktanya buku-buku yang dikeluarkan oleh pria jangkung tersebut memang menjadi rujukan dari beberapa desainer dan pecinta batik Tanah air.
Tak bisa dipungkiri,kita memang patut bangga telah menyumbangkan konsep batik sebagai terminologi dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tampaknya terlalu berlebihan jika menyebut kain-kain batik bersejarah dari Indonesia,selama ini dikumpulkan atau mungkin &#8220;diselamatkan&#8221; oleh Rudolf G Smend,pecinta dan kolektor batik berkebangsaan Jerman. Namun,faktanya buku-buku yang dikeluarkan oleh pria jangkung tersebut memang menjadi rujukan dari beberapa desainer dan pecinta batik Tanah air.<br />
Tak bisa dipungkiri,kita memang patut bangga telah menyumbangkan konsep batik sebagai terminologi dalam khazanah tekstil dunia yang kini penggunaannya membentang mulai dari Afrika hingga Cina. Hanya saja,cukup ironis juga bahwa buku mengenai batik yang memuat secara lengkap dari berbagai penjuru daerah,masih tergolong minim ditulis oleh orang Indonesia sendiri.<br />
Bahkan,Smend diakui sebagai salah seorang kolektor batik Jawa terbesar se eropa. Ia tercatat telah menulis dua buku mengenai batik yakni From the Courts of Java and Sumatra (2000) dan Batik 75 Selected masterpieces (2006).<br />
&#8220;Batik itu merupakan lambang keindahan dan sangat elegan,&#8221;ujarnya pada KR dalam sebuah perjumpaan di Galeri Batik Jawa,Hotel Mustokoweni. Ia diundang khusus oleh pemilik galeri,Ir Dra Larasati Suliantoro Sulaiman untuk bertemu dengan beberapa rekan sesama pecinta batik dan desainer.<br />
Menurut Smend,perkembangan batik sebagai kostum dan karya seni di Indonesia memang demikian dinamis. Batik dikenakan tidak saja ketika wanita bekerja di sawah,namun juga hadir di rumah-rumah,dalam resepsi dan upacara adat,muncul di tingkat bawah maupun elite,bahkan di tingkat kenegaraan. Lebih dari itu,kita juga kerap menyaksikan batik digunakan sebagai dekorasi,barang seni,bahkan suvenir wisata wajib yang populer.<br />
Dalam sebuah pameran batik Klasik Jawa bertema,&#8221;Unsual Encounteres: Javanese Batik in Krakow&#8221; di Polandia pada tahun 2008,Smend merupakan satu-satunya yang menampilkan batik dari yogya. Pada saat itu,batik Jawa yang turut ia pamerkan sebagian besar merupakan karya seni batik klasik milik Istana Sultan Yogya.Pria yang pernah menjadi juri lomba batik internasional &#8220;<a href="http://jogja-batik.com">Batik Jogja </a>dengan Sutra dan Zat Warna alam&#8221; ditahun 1997 ini memang cukup akrab dengan keluarga dari Keraton Yogya.<br />
Saat peluncuran buku perdananya tahun 2000,ia bahkan mengundang Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk datang ke galeri miliknya bernama &#8220;Galerie Smend&#8221;. Smend pertama kali mengunjungi Yogya pada tahun 1973. Saat datang ke Tamansari ia langsung terpikat ketika melihat seorang wanita  yang mengenakan busana batik.Setelah dari situ,ia langsung mencari perajin batik karena penasaran ingin melihat proses pembuatannya,dan ia bertemu dengan seorang pria bernama Gianto untuk ke Jerman dan mengajari beberapa karyawannya cara membatik.<span id="more-150"></span><br />
Sesungguhnya di luar koleksi batik yang tersimpan di museum-museum ataupun perorangan asing,seperti koleksi Smend,sejumlah <a href="http://jogja-batik.com">kain batik</a> bernilai sejarah milik keluarga-keluarga terpandang atau pemilik dinasti batik masa silam,masih banyak yang belum sempat berpindah tangan,bahkan masih dirawat dengan baik oleh ahli warisnya. Bila kain-kain tersebut mulai bisa diinventarisasi dan dipublikasikan,apalagi bila disiapkan oleh dan dari perspektif orang Indonesia sendiri,tentu akan lebih memperkaya seri penerbitan  tekstil bersejarah Indonesia yang berguna dalam upaya mengungkapkan secara lebih mendasar aspek historis dan arti signifikan batik sebagai bukti eksistensi jati diri bangsa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/penyelamat-batik-dari-jerman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Pantai Selatan Motif Ketela</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-pantai-selatan-motif-ketela/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-pantai-selatan-motif-ketela/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 00:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[motif ketela]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Batik memang ada dimana-mana. Wilayah pantai selatan Jawa yang selama ini dikenal tandus ternyata juga memiliki potensi batik. Hanya saja selama ini belum tersentuh.
Saat ini telah dicoba untuk diangkat potensi batik pantai selatan dengan motif ketela. Mengangkat potensi pantai selatan melalui motif batik selain untuk mengangkat kesejahteraan rakyat sekaligus untuk mendorong agar rencana pembangunan wilayah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batik memang ada dimana-mana. Wilayah pantai selatan Jawa yang selama ini dikenal tandus ternyata juga memiliki potensi batik. Hanya saja selama ini belum tersentuh.<br />
Saat ini telah dicoba untuk diangkat potensi batik pantai selatan dengan motif ketela. Mengangkat potensi pantai selatan melalui <a href="http://jogja-batik.com">motif batik</a> selain untuk mengangkat kesejahteraan rakyat sekaligus untuk mendorong agar rencana pembangunan wilayah selatan tidak mandek di kata-kata.<span id="more-138"></span><br />
Sementara ini wilayah selatan hanya dikenal sebagai penghasil gaplek. Tanaman singkong bahan baku gaplek sebagai makanan sekunder tumbuh subur,tidak saja di wilayahj Trenggalek tetapi juga di wilayah selatan Jawa,seperti Tulungagung,Wonogiri,Ponorogo,Blitar,Pacitan maupun wilayah lain. Dan tanaman ketela itulah yang akhirnya mengilhami lahirnya motif batik.<br />
Motif batik ketela kini juga sangat diminati oleh masyarakat. Ada falsafah kebangsaan yang tinggi dalam motif batik daun ketela yang berjumlah lima helai,9 helai dan empat sudut yang menggambarkan empat penjuru angin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-pantai-selatan-motif-ketela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MOtif Batik Sindur (6)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-sindur-6/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-sindur-6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 05:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Sindur merupakan motif batik dengan dominasi warna merah dan putih. Warna merah terdapat pada bagian tengah,dan putih pada bagian pinggir,membentuk gelombang. Kedua warna tersebut melambangkan asal mula kehidupan. Warna putih mengandung arti hidup (bapa) sedang merah melambangkan arti suci (biyung). Oleh karena itu,batik motif ini sering dipakai dalam upacara pernikahan. Dalam upacara pernikahan,pemakaian sindur dimaksudkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sindur merupakan <a href="http://jogja-batik.com">motif batik</a> dengan dominasi warna merah dan putih. Warna merah terdapat pada bagian tengah,dan putih pada bagian pinggir,membentuk gelombang. Kedua warna tersebut melambangkan asal mula kehidupan. Warna putih mengandung arti hidup (bapa) sedang merah melambangkan arti suci (biyung). Oleh karena itu,batik motif ini sering dipakai dalam upacara pernikahan. Dalam upacara pernikahan,pemakaian sindur dimaksudkan mempertemukan laki-laki dan perempuan sebagai cikal bakal kelahiran hidup di dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-sindur-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik dari Semarang</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-dari-semarang/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-dari-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 03:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Setelah UNESCO menetapkan batik sebagai karya asli bangsa Indonesia,kini para perajin dan produsen batik di berbagai provinsi mengeksplorasi budayanya dan menyampaikannya lewat selembar kain batik. Corak dan tehniknya pun makin variatif. Yang pasti,dari sehelai batik kita bisa mengenal kekayaan budaya Indonesia.
Dibanding Yogya,Solo atau pekalongan,usia batik Semarang masih muda. Baru empat tahun belakangan ini Pemkot Semarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Setelah UNESCO menetapkan batik sebagai karya asli bangsa Indonesia,kini para perajin dan produsen batik di berbagai provinsi mengeksplorasi budayanya dan menyampaikannya lewat selembar kain batik. Corak dan tehniknya pun makin variatif. Yang pasti,dari sehelai batik kita bisa mengenal kekayaan budaya Indonesia.</strong></p>
<p>Dibanding Yogya,Solo atau pekalongan,usia batik Semarang masih muda. Baru empat tahun belakangan ini Pemkot Semarang menggalakkan industri batik. <span id="more-134"></span><br />
Batik semarang dari sejarahnya lahir dimotori oleh para saudagar kaya.Batik Semarang lebih cenderung pada warna-warna cerah sesuai keinginan pasar.<br />
Untuk motif,sesuai nama Semarang yang konon singkatan dari aseme arang-arang. Batiknya berciri daun asam. Belakangan juga berkembang motif yang menjadi ikon kota semarang seperti tugu muda,lawang sewu dan gereja blenduk. Ikon ini tetap dipadu dengan motif daun asam.<br />
Sampai saat ini para perajin batik Semarang masih terus mencari identitas batik Semarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-dari-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna Simbol Motif Batik Bango Tulak (5)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/makna-simbol-motif-batik-bango-tulak-5/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/makna-simbol-motif-batik-bango-tulak-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 02:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Motif bango tulak terdiri dari dua warna hitam dan putih. Dalam sejarah batik,motif ini dianggap sebagai motif tertua. Nama bango tulak berasal dari nama burung,yaitu burung tulak. Burung ini berwarna hitam dan putih. Burung ini dianggap sebagai lambang umur panjang. Warna hitam diartikan sebagai lambang kekal (Jawa : langgeng),sedang warna putih sebagai lambang hidup (sinar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Motif bango tulak terdiri dari dua warna hitam dan putih. Dalam<a href="http://jogja-batik.com"> sejarah batik</a>,motif ini dianggap sebagai motif tertua. Nama bango tulak berasal dari nama burung,yaitu burung tulak. Burung ini berwarna hitam dan putih. Burung ini dianggap sebagai lambang umur panjang. Warna hitam diartikan sebagai lambang kekal (Jawa : langgeng),sedang warna putih sebagai lambang hidup (sinar kehidupan),dengan demikian hitam-putih melambangkan hidup kekal.<span id="more-132"></span><br />
Motif bango-tulak sampai sekarang masih sering dipergunakan baik sebagai pakaian sehari-hari dan upacara-upacara adat. Dalam upacara seperti perkawinan,mendirikan rumah,terutama apabila rumah tersebut mempergunakan tiang-tiang kayu,maka kain ini dipergunakan sebagai penutup ujung tiang atas sebagai penyangga blandar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/makna-simbol-motif-batik-bango-tulak-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna dan Simbol Motif Batik Semen(4)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/makna-dan-simbol-motif-batik-semen4/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/makna-dan-simbol-motif-batik-semen4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 23:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Kata semen berarti semi atau tunas. Motif ini masih berhubungan dengan motif meru. Konon di puncak gunung Mahameru terdapat tunas-tunas atau tumbuh-tumbuhan yang selalu bersemi. Diantara pepohonan tersebut terdapat pohon-pohon yang dianggap keramat,yaitu pohon &#8220;sandilata&#8221; (pohon hidup),yaitu pohon yang dapat memberikan kesaktian;pohon jambuwreksa,yang mempunyai ketinggian sampai menjulang ke angkasa dengan cabang-cababf yang sangat banyak,pohon acwata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata <em>semen</em> berarti semi atau tunas. Motif ini masih berhubungan dengan motif meru. Konon di puncak gunung Mahameru terdapat tunas-tunas atau tumbuh-tumbuhan yang selalu bersemi. Diantara pepohonan tersebut terdapat pohon-pohon yang dianggap keramat,yaitu pohon &#8220;sandilata&#8221; (pohon hidup),yaitu pohon yang dapat memberikan kesaktian;<em>pohon jambuwreksa</em>,yang mempunyai ketinggian sampai menjulang ke angkasa dengan cabang-cababf yang sangat banyak,pohon <em>acwata</em> yang akarnya menjulur ke bawah dianggap sebagai lambang milik Sang Hyang Wisnu,melambangkan sinar matahari sebagai pohon yang kekal abadi;pohon <em>plasa </em> dianggap milik Sang Hyang Brahma;pohon <em>yagroda</em> milik Sang Hyang Siwa.<span id="more-130"></span><br />
Pohon-pohon tersebut dianggap sebagai simbol kehidupan manusaia di dunia. Oleh karena itu,ketika dijadikan <a href="http://jogja-batik.com">motif batik</a> diharapkan agar si pemakai selalu dapat berhubungan dengan Sang Maha Pencipta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/makna-dan-simbol-motif-batik-semen4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

