<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Batik Yogyakarta &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://www.batikyogyakarta.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.batikyogyakarta.com</link>
	<description>Informasi Seputar Batik Dan Jogja</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 08:22:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Batik Purworejo kalah Bersaing</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 04:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Perajin batik tulis di Kabupaten Purworejo masih lemah dalam tehnik pewarnaan. Akibatnya,batik yang dihasilkan kalah bersaing karena konsumen lebih memilih produk dari Yogyakarta,Solo atau Pekalongan. Selain itu rendahnya produktivitas perajin juga menyebabkan stok batik terbatas. Kurang maksimalnya teknik pewarnaan seperti terjadi di Purworejo menyebabkan warna batik tidak merata,kusam dan kurang tajam.
&#8220;Persoalan yang kerap dihadapi memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perajin batik tulis di Kabupaten Purworejo masih lemah dalam tehnik pewarnaan. Akibatnya,batik yang dihasilkan kalah bersaing karena konsumen lebih memilih produk dari Yogyakarta,Solo atau Pekalongan. Selain itu rendahnya produktivitas perajin juga menyebabkan stok batik terbatas. Kurang maksimalnya teknik pewarnaan seperti terjadi di Purworejo menyebabkan warna batik tidak merata,kusam dan kurang tajam.<br />
&#8220;Persoalan yang kerap dihadapi memang soal pewarnaan,perajin tidak menguasai teknik yang baik,sehingga hasilnya kurang maksimal,&#8221;kata Musaini SSn,praktisi batik asal Sewon,Bantul saat memberikan pelatihan kepada belasan pembatik tulis di Balai Desa Kemanukan kecamatan Bagelen.<span id="more-228"></span><br />
Tehnik pewarnaan merupakan salah satu tehnik akhir dalam membatik yang memerlukan inovasi dan seni yang tinggi. Menurutnya,tanpa sentuhan pewarnaan juga terlihat kurang menarik,padahal batik Purworejo memiliki motif yang khas dan asli ciptaan seniman setempat,seperti garut,ukel cantel,kopi pecah serta kawung.<br />
Batik yang dihasilkan sejumlah sentra produksi di Jawa tengah,lanjutnya sudah memiliki kekhasan warna sendiri. <a href="http://jogja-batik.com">Batik Yogyakarta </a>bercorak sogan,Solo coklat hitam,sedangkan Pekalongan ciri khasnya berwarna merah.<br />
Dikatakan,untuk meningkatkan kualitas pelatihan perajin mutlak dilakukan. Bahkan,pihaknya juga diminta Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Dinperindagkop) Purworejo untuk memberikan pelatihan membuat kombinasi batik cap dan tulis.<br />
&#8220;Inovasi produk tersebut untuk membidik pasar kelas menengah. Selain itu,batik tulis hasil perajin Purworejo sudah bagus,hanya harus dilatih dalam teknik pewarnaan saja,&#8221; terangnya.<br />
Perajin batik di Desa Kemanukan,suparmi menambahkan meski ada 20 perempuan perajin yang tergabung dalam satu kelompok di desanya,tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Produksi terbatas karena perajin masih menjadikan membatik sebagai pekerjaan sambilan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Warna Alam,Etnik dan Ekslusif</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-warna-alametnik-dan-ekslusif/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-warna-alametnik-dan-ekslusif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 04:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Hari batik 2011 ditandai dengan semaraknya pameran warisan budaya nusantara ini di berbagai kota Jawa dan Madura. Di Jakarta dirayakan dengan Summit Batik dan di Yogyakarta pameran digelar di beberapa lokasi,seperti eks hotel Tugu, Puro Pakualaman,Pusat Kebuadayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PPLH) UGM. Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad ambil peranan penting dalam gelar batik ini.
Di Yogyakarta,masyarakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari batik 2011 ditandai dengan semaraknya pameran warisan budaya nusantara ini di berbagai kota Jawa dan Madura. Di Jakarta dirayakan dengan Summit Batik dan di Yogyakarta pameran digelar di beberapa lokasi,seperti eks hotel Tugu, Puro Pakualaman,Pusat Kebuadayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PPLH) UGM. Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad ambil peranan penting dalam gelar batik ini.<br />
Di Yogyakarta,masyarakat perbatikan mengemas pameran peragaan busana dan demo batik ini di PKKH UGM dengan dominasi warna-warna alam. Menurut ketua umum Paguyuban Pecinta batik Indonesia Sekar jagad Ir Dra larasati Suliantoro gegap gempita hari Batik ini untuk menunjukkan Yogyakarta sebagai pusat <a href="http://jogja-batik.com">tradisi batik </a>
<ol>
dunia.<br />
Sengaja pameran dan peragaan busana batik mengangkat warna alam karena rancangan busana maupun kain batik yang menggunakan zat warna alam memiliki nilai jual atau nilai ekonomi tinggi. Batik warna alam memiliki nilai seni dan warna khas,ramah lingkungan sehingga berkesan etnik dan eksklusif. Dengan warna alam batik menjadi unik dan sejuk,tidak mencolok indah dipandang. Zat pewarna alam untuk bahan tekstil pada umumnya diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan seperti akar,kayu,daun,biji maupun bunga. Para perajin batik telah banyak mengenal tumbuh-tumbuhan yang dapat mewarnai bahan tekstil beberapa diantaranya: daun pohon nila (indofera),daun pohon soga tinggi (Ceriops candolleana arn) kayu tegeran (Cudraina Javanensis). Disamping itu kunyit atau (curcuma),teh (tea),akar mengkudu (Morinda citrifelia),kulit soga jambal (Pelthophorum ferruginum),kesumba (Bixa orelana),daun jambu biji (Psidium Guajava) juga bisa menjadi bahan alam batik. Mori yang diwarnai zat warna alam berasal dari serat alam seperti sutera,wol,kapas (katun). Mori dengan zat warna alam berasal dari serat alam seperti sutera,wol,kapas (katun). Mori dari serat sintetis seperti polyester,nilon dan lainnya tidak memiliki afinitas (daya serap) terhadap zat warna alam.<span id="more-219"></span><br />
Dengan demikian zat warna alam tidak bisa menempel dan meresap di mori sintetis tersebut. Bahan dari sutera pada umumnya memiliki sifat afinitas paling bagus terhadap zat warna alam dibandingkan dengan bahan dari kapas.<br />
Peragaan busana batik bahan alam yang melibatkan mahasiswa ini memang menampilkan warna sejuk dominasi biru muda  atau biru laut untuk berbagai keperluan,pesta,tamasya maupun busana santai untuk belanja. Pertanyaan yang muncul diantara pemirsa padu peragaan busana adiluhur ini,padu padankah kalau busana batik dengan warna-warna kalem dipadukan dengan bahan jeans?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-warna-alametnik-dan-ekslusif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis-jenis Tie Dye</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/jenis-jenis-tie-dye/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/jenis-jenis-tie-dye/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 03:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[tie Dye terdapat di beberapa negara seperti India,Eropa,Afrika dan Indonesia. Corak dan warnanyapun mempunyai ciri khas,seperti di India cenderung tegas pada corak dan pewarnaan cerah,pembatas antara warna ikatan dengan warna kain utama cenderung terpisah motif yang sering digunakan adalah motif lingkaran,motif jumputan serta motif jelujur.
Sedangkan untuk negara Eropa dan Afrika mempunyai corak yang cenderung membaur,motifnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tie Dye terdapat di beberapa negara seperti India,Eropa,Afrika dan Indonesia. Corak dan warnanyapun mempunyai ciri khas,seperti di India cenderung tegas pada corak dan pewarnaan cerah,pembatas antara warna ikatan dengan warna kain utama cenderung terpisah motif yang sering digunakan adalah motif lingkaran,<a href="http://www.jogja-batik.com/jumputan/">motif jumputan</a> serta motif jelujur.</p>
<p>Sedangkan untuk negara Eropa dan Afrika mempunyai corak yang cenderung membaur,motifnya akan terlihat pada perbedaan warna saja dan warna corak cenderung warna kusam atau warna alam, dan motif yang sering digunakan adalah motif marmer,motif mata sapi,dan acak.<span id="more-163"></span></p>
<p>Demikian pula di Indonesia,ada daerah-daerah yang mempunyai ciri khas tie dye,seperti Kalimantan,Palembang cenderung pada warna dan motif yang tegas dan terpisah. Sedangkan untuk lombok cenderung pada warna alam dan motif yang sembur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/jenis-jenis-tie-dye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentuk Gaya Batik : Ceplok</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/bentuk-gaya-batik-ceplok/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/bentuk-gaya-batik-ceplok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 12:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[
Bentuk pola ceplok sangat kuno adala pola kawung. Siapa kreator motif ini dan sejak kapan mulai eksis di lembar wastra batik?
Entahlah! Yang pasti,pola dengan motif-motif ceplok ini konon terinspirasi oleh bentuk buah kawung (buah atap atau bua aren) yang dibelah empat,yang keempat bagian buah bersama intinya itu melambangkan empat arah (penjuru) utama dalam agama Budha. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jogja-batik.com/wp-content/uploads/2010/02/kawung.jpg" alt="batik kawung" /><br />
Bentuk pola ceplok sangat kuno adala pola kawung. Siapa kreator motif ini dan sejak kapan mulai eksis di lembar wastra batik?<br />
Entahlah! Yang pasti,pola dengan motif-motif ceplok ini konon terinspirasi oleh bentuk buah kawung (buah atap atau bua aren) yang dibelah empat,yang keempat bagian buah bersama intinya itu melambangkan empat arah (penjuru) utama dalam agama Budha. <span id="more-120"></span><br />
Pada dasarnya,ceplok merupakan kategori ragam hias berdasarkan pengulangan bentuk geometri ,seperti segi empat,empat persegi panjang,bulat telur,ataupun bintang.<br />
Ada banyak varian lain dari pola ceplok,semisal ceplok sriwedari dan ceplok keci. Batik truntum juga masuk kategori pola ceplok.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/bentuk-gaya-batik-ceplok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Jogja dan Batik Solo (2)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-jogja-dan-batik-solo-2/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-jogja-dan-batik-solo-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 06:34:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Isen-isen (ornamen pengisi pola dasar batik) halus,yang indah dan cantik umumnya menjadi ciri khas batik Keraton Surakarta. Warna dasar tradisionalnya biru sampai biru kehitaman,krem dan coklat kemerahan. Selain parang barong dan parang curiga,pola terkenalnya antara lain parang sarpa,ceplok burba,ceplok lungkestlop,candi luhur dan srikaton.&#8221; ungkap H Santosa Dullah dalam buku Batik,&#8221;Pengaruh jaman dan Lingkungan&#8221;.
Gaya batik Pura [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em>Isen-isen</em> (ornamen pengisi pola dasar batik) halus,yang indah dan cantik umumnya menjadi ciri khas <a href="http://jogja-batik.com">batik Keraton</a> Surakarta. Warna dasar tradisionalnya biru sampai biru kehitaman,krem dan coklat kemerahan. Selain parang barong dan parang curiga,pola terkenalnya antara lain parang sarpa,ceplok burba,ceplok lungkestlop,candi luhur dan srikaton.&#8221; ungkap H Santosa Dullah dalam buku Batik,&#8221;Pengaruh jaman dan Lingkungan&#8221;.</p>
<p><a href="http://jogja-batik.com">Gaya batik</a> Pura Mangkunegaran umumnya serupa dengan batik keraton Surakarta,tetapi warna soga cokelat kekuningan. Wastra batik Mangkunegaran biasanya dibuat oleh pengusaha batik Surakarta yang juga membuat batik untuk keraton Kasunanan. Pola batiknya yang terkenal antara lain : <em>ole-ole,wahyu tumurun,parang kesit barong,dan parang klithik glebak seruni.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-jogja-dan-batik-solo-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

