<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Batik Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://www.batikyogyakarta.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.batikyogyakarta.com</link>
	<description>Informasi Seputar Batik Dan Jogja</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 05:10:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>MOtif Batik Sindur (6)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-sindur-6/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-sindur-6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 05:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Sindur merupakan motif batik dengan dominasi warna merah dan putih. Warna merah terdapat pada bagian tengah,dan putih pada bagian pinggir,membentuk gelombang. Kedua warna tersebut melambangkan asal mula kehidupan. Warna putih mengandung arti hidup (bapa) sedang merah melambangkan arti suci (biyung). Oleh karena itu,batik motif ini sering dipakai dalam upacara pernikahan. Dalam upacara pernikahan,pemakaian sindur dimaksudkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sindur merupakan <a href="http://jogja-batik.com">motif batik</a> dengan dominasi warna merah dan putih. Warna merah terdapat pada bagian tengah,dan putih pada bagian pinggir,membentuk gelombang. Kedua warna tersebut melambangkan asal mula kehidupan. Warna putih mengandung arti hidup (bapa) sedang merah melambangkan arti suci (biyung). Oleh karena itu,batik motif ini sering dipakai dalam upacara pernikahan. Dalam upacara pernikahan,pemakaian sindur dimaksudkan mempertemukan laki-laki dan perempuan sebagai cikal bakal kelahiran hidup di dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-sindur-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik dari Semarang</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-dari-semarang/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-dari-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 03:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Setelah UNESCO menetapkan batik sebagai karya asli bangsa Indonesia,kini para perajin dan produsen batik di berbagai provinsi mengeksplorasi budayanya dan menyampaikannya lewat selembar kain batik. Corak dan tehniknya pun makin variatif. Yang pasti,dari sehelai batik kita bisa mengenal kekayaan budaya Indonesia.
Dibanding Yogya,Solo atau pekalongan,usia batik Semarang masih muda. Baru empat tahun belakangan ini Pemkot Semarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Setelah UNESCO menetapkan batik sebagai karya asli bangsa Indonesia,kini para perajin dan produsen batik di berbagai provinsi mengeksplorasi budayanya dan menyampaikannya lewat selembar kain batik. Corak dan tehniknya pun makin variatif. Yang pasti,dari sehelai batik kita bisa mengenal kekayaan budaya Indonesia.</strong></p>
<p>Dibanding Yogya,Solo atau pekalongan,usia batik Semarang masih muda. Baru empat tahun belakangan ini Pemkot Semarang menggalakkan industri batik. <span id="more-134"></span><br />
Batik semarang dari sejarahnya lahir dimotori oleh para saudagar kaya.Batik Semarang lebih cenderung pada warna-warna cerah sesuai keinginan pasar.<br />
Untuk motif,sesuai nama Semarang yang konon singkatan dari aseme arang-arang. Batiknya berciri daun asam. Belakangan juga berkembang motif yang menjadi ikon kota semarang seperti tugu muda,lawang sewu dan gereja blenduk. Ikon ini tetap dipadu dengan motif daun asam.<br />
Sampai saat ini para perajin batik Semarang masih terus mencari identitas batik Semarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-dari-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna Simbol Motif Batik Bango Tulak (5)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/makna-simbol-motif-batik-bango-tulak-5/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/makna-simbol-motif-batik-bango-tulak-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 02:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Motif bango tulak terdiri dari dua warna hitam dan putih. Dalam sejarah batik,motif ini dianggap sebagai motif tertua. Nama bango tulak berasal dari nama burung,yaitu burung tulak. Burung ini berwarna hitam dan putih. Burung ini dianggap sebagai lambang umur panjang. Warna hitam diartikan sebagai lambang kekal (Jawa : langgeng),sedang warna putih sebagai lambang hidup (sinar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Motif bango tulak terdiri dari dua warna hitam dan putih. Dalam<a href="http://jogja-batik.com"> sejarah batik</a>,motif ini dianggap sebagai motif tertua. Nama bango tulak berasal dari nama burung,yaitu burung tulak. Burung ini berwarna hitam dan putih. Burung ini dianggap sebagai lambang umur panjang. Warna hitam diartikan sebagai lambang kekal (Jawa : langgeng),sedang warna putih sebagai lambang hidup (sinar kehidupan),dengan demikian hitam-putih melambangkan hidup kekal.<span id="more-132"></span><br />
Motif bango-tulak sampai sekarang masih sering dipergunakan baik sebagai pakaian sehari-hari dan upacara-upacara adat. Dalam upacara seperti perkawinan,mendirikan rumah,terutama apabila rumah tersebut mempergunakan tiang-tiang kayu,maka kain ini dipergunakan sebagai penutup ujung tiang atas sebagai penyangga blandar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/makna-simbol-motif-batik-bango-tulak-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna dan Simbol Motif Batik Semen(4)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/makna-dan-simbol-motif-batik-semen4/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/makna-dan-simbol-motif-batik-semen4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 23:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Kata semen berarti semi atau tunas. Motif ini masih berhubungan dengan motif meru. Konon di puncak gunung Mahameru terdapat tunas-tunas atau tumbuh-tumbuhan yang selalu bersemi. Diantara pepohonan tersebut terdapat pohon-pohon yang dianggap keramat,yaitu pohon &#8220;sandilata&#8221; (pohon hidup),yaitu pohon yang dapat memberikan kesaktian;pohon jambuwreksa,yang mempunyai ketinggian sampai menjulang ke angkasa dengan cabang-cababf yang sangat banyak,pohon acwata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata <em>semen</em> berarti semi atau tunas. Motif ini masih berhubungan dengan motif meru. Konon di puncak gunung Mahameru terdapat tunas-tunas atau tumbuh-tumbuhan yang selalu bersemi. Diantara pepohonan tersebut terdapat pohon-pohon yang dianggap keramat,yaitu pohon &#8220;sandilata&#8221; (pohon hidup),yaitu pohon yang dapat memberikan kesaktian;<em>pohon jambuwreksa</em>,yang mempunyai ketinggian sampai menjulang ke angkasa dengan cabang-cababf yang sangat banyak,pohon <em>acwata</em> yang akarnya menjulur ke bawah dianggap sebagai lambang milik Sang Hyang Wisnu,melambangkan sinar matahari sebagai pohon yang kekal abadi;pohon <em>plasa </em> dianggap milik Sang Hyang Brahma;pohon <em>yagroda</em> milik Sang Hyang Siwa.<span id="more-130"></span><br />
Pohon-pohon tersebut dianggap sebagai simbol kehidupan manusaia di dunia. Oleh karena itu,ketika dijadikan <a href="http://jogja-batik.com">motif batik</a> diharapkan agar si pemakai selalu dapat berhubungan dengan Sang Maha Pencipta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/makna-dan-simbol-motif-batik-semen4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Motif Batik Meru (3)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-meru-3/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-meru-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 02:03:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[
Kata Meru, berasal dari Gunung Mahameru. Gunung ini dianggap sebagai tempat tinggal atau singgasana bagi Tri Murti,yaitu Sang Hyang Wisnu,Sang Hyang Brahma dan Sang Hyang Siwa. Tri Murti ini dilambangkan sebagai sumber dari segala kehidupan,sumber kemakmuran,dan segala sumber kebahagiaan hidup di dunia.Oleh karena itu,meru digunakamn sebagai motif kain batik agar si pemakai selalu mendapatkan kemakmuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jogja-batik.com/wp-content/uploads/2010/06/kain-motif-parang-kombinasi.jpg" alt="kain batik" /><br />
Kata Meru, berasal dari Gunung Mahameru. Gunung ini dianggap sebagai tempat tinggal atau singgasana bagi Tri Murti,yaitu Sang Hyang Wisnu,Sang Hyang Brahma dan Sang Hyang Siwa. Tri Murti ini dilambangkan sebagai sumber dari segala kehidupan,sumber kemakmuran,dan segala sumber kebahagiaan hidup di dunia.Oleh karena itu,meru digunakamn sebagai <a href="http://www.jogja-batik.com/kain-batik-motif-parang-kombinas/">motif kain batik</a> agar si pemakai selalu mendapatkan kemakmuran dan kebahagiaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-meru-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Motif Batik Gurda (2)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-gurda-2/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-gurda-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 10:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Gurda berasal dari kata Garuda. Seperti diketahui,garuda merupakan burung besar. Dalam pandangan masyarakat Jawa,burung garuda mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bentuk motif gurda ini terdiri dari dua buah sayap (lar) dan di tengah-tengahnya terdapat badan dan ekor.
Motif batik gurda ini juga tidak lepas dari kepercayaan masa lalu. Garuda merupakan tunggangan Batara Wisnu. Dewa ini dikenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gurda berasal dari kata Garuda. Seperti diketahui,garuda merupakan burung besar. Dalam pandangan masyarakat Jawa,burung garuda mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bentuk motif gurda ini terdiri dari dua buah sayap (lar) dan di tengah-tengahnya terdapat badan dan ekor.<span id="more-125"></span><br />
<a href="http://jogja-batik.com">Motif batik</a> gurda ini juga tidak lepas dari kepercayaan masa lalu. Garuda merupakan tunggangan Batara Wisnu. Dewa ini dikenal sebagai dewa Matahari. Karena Garuda menjadi tunggangan Batara Wisnu,maka garuda juga dijadikan sebagai lambang matahari. Oleh masyarakat Jawa,garuda selain sebagai simbol kehidupan juga sebagai simbol kejantanan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/motif-batik-gurda-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemaparan Makna Simbolik Motif Batik Tradisional(1)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/pemaparan-makna-simbolik-motif-batik-tradisional1/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/pemaparan-makna-simbolik-motif-batik-tradisional1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 12:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Setiap motif batik mempunyai makna filosofis. Makna-makna tersebut menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap nilai-nilai lokal. Dan sampai sekarang nilai-nilai tersebut masih bertahan.
Berikut ini akan dipaparkan beberapa makna filosofis motif batik :
1. Motif Sawat 
 Sawat berarti melempar. Dahulu kala,orang Jawa percaya dengan para dewa sebagai kekuatan yang mengendalikan alam semesta. Salah satu dewa tersebut adalah Batara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap motif batik mempunyai makna filosofis. Makna-makna tersebut menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap nilai-nilai lokal. Dan sampai sekarang nilai-nilai tersebut masih bertahan.<br />
Berikut ini akan dipaparkan beberapa makna filosofis<a href="http://jogja-batik.com"> motif batik</a> :<br />
1. <strong>Motif Sawat </strong><br />
 Sawat berarti melempar. Dahulu kala,orang Jawa percaya dengan para dewa sebagai kekuatan yang mengendalikan alam semesta. Salah satu dewa tersebut adalah Batara Indra. Dewa ini mempunyai senjata yang disebut <em>wajra</em> atau <em>bajra</em>,yang berarti pula thathit (kilat). Senjata pusaka tersebut digunakan dengan cara melemparkan (Jawa : nyawatake).<span id="more-122"></span><br />
Bentuk senjata Batara Indra tersebut menyerupai  seekor ular yang bertaring tajam serta bersayap (Jawa : Mawa Lar). Senjata ini bila dilemparkan akan menyambar-nyambar di udara dan mengeluarkan suara yang amat keras dan menakutkan. Walaupun menakutkan,wajra juga mendatangkan kegembiraan sebab ia dianggap sebagai pembawa hujan. Senjata pusaka Batara Indra ini diwujudkan ke dalam <a href="http://jogja-batik.com">motif batik </a>berupa sebelah sayap dengan harapan agar sipemakai selalu mendapatkan perlindungan dalam kehidupannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/pemaparan-makna-simbolik-motif-batik-tradisional1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentuk Gaya Batik : Ceplok</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/bentuk-gaya-batik-ceplok/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/bentuk-gaya-batik-ceplok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 12:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[
Bentuk pola ceplok sangat kuno adala pola kawung. Siapa kreator motif ini dan sejak kapan mulai eksis di lembar wastra batik?
Entahlah! Yang pasti,pola dengan motif-motif ceplok ini konon terinspirasi oleh bentuk buah kawung (buah atap atau bua aren) yang dibelah empat,yang keempat bagian buah bersama intinya itu melambangkan empat arah (penjuru) utama dalam agama Budha. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jogja-batik.com/wp-content/uploads/2010/02/kawung.jpg" alt="batik kawung" /><br />
Bentuk pola ceplok sangat kuno adala pola kawung. Siapa kreator motif ini dan sejak kapan mulai eksis di lembar wastra batik?<br />
Entahlah! Yang pasti,pola dengan motif-motif ceplok ini konon terinspirasi oleh bentuk buah kawung (buah atap atau bua aren) yang dibelah empat,yang keempat bagian buah bersama intinya itu melambangkan empat arah (penjuru) utama dalam agama Budha. <span id="more-120"></span><br />
Pada dasarnya,ceplok merupakan kategori ragam hias berdasarkan pengulangan bentuk geometri ,seperti segi empat,empat persegi panjang,bulat telur,ataupun bintang.<br />
Ada banyak varian lain dari pola ceplok,semisal ceplok sriwedari dan ceplok keci. Batik truntum juga masuk kategori pola ceplok.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/bentuk-gaya-batik-ceplok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Fraktal</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-fraktal/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-fraktal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 01:34:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Produk Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Dunia desain adalah dunia kreativitas yang terus berkembang sejalan dengan pemahaman manusia (seniman) terhadap dunia seni yang digelutinya. Demikian halnya dengan desain atau pola batik Indonesia. Berbagai seniman terus mencari bentuk-bentuk ekspresi baru. Satu desain atau pola batik yang populer akhir-akhir ini adalah batik fraktal.
Fraktal berasal dari kata fractus dalam bahasa Yunani,yang artinya &#8220;pecah&#8221;. Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia desain adalah dunia kreativitas yang terus berkembang sejalan dengan pemahaman manusia (seniman) terhadap dunia seni yang digelutinya. Demikian halnya dengan desain atau pola <a href="http://jogja-batik.com">batik Indonesia</a>. Berbagai seniman terus mencari bentuk-bentuk ekspresi baru. Satu desain atau pola batik yang populer akhir-akhir ini adalah batik fraktal.</p>
<p>Fraktal berasal dari kata <em>fractus</em> dalam bahasa Yunani,yang artinya &#8220;pecah&#8221;. Dalam bidang Fisika,fraktal adalah bentuk geometri yang tidak teratur,namun memiliki kemiripan. Dalam desain,fraktal berarti percabangan atau perpecahan dan pengulangan dari suatu bentuk atau corak.</p>
<p>Istilah batik fraktal kini digunakan untuk mendeskripsikan batik yang corak dan motifnya dibuat dengan komputer. Dengan komputer,desain corak dan <a href="http://jogja-batik.com">motif batik</a> fraktal dapat menjadi lebih rumit dan detail dibanding batik tradisional.</p>
<p>Meski batik fraktal termasuk trend baru ,sebenarnya batik tradisional pun dapat dibilang bermotif fraktal. Motif parang rusak misalnya,adalah perpecahan dari bentuk parang yang diulang secara sejajar.<span id="more-118"></span></p>
<p>Seorang desainer batik fraktal dapat mempelajari suatu motif batik tradisional,mencari &#8220;rumus&#8217;-nya lalu dibuat gambar barunya dengan komputer untuk dirapikan dan dicetak ulang.</p>
<p>Proses pembuatannya relatif sama rumitnya dengan batik tradisional. Pertama pengerjaan desain dilakukan pada komputer,gambar dicetak dan diperbesar,lalu dipindahkan ke kertas kerja untuk kemudian diaplikasikan pada wastra. Selanjutnya wastra dibatik seperti biasa,dengan metode cap atau tulis.</p>
<p>Sejauh ini,batik fraktal dan fisika batik baru dipelajari dan dikembangkan oleh dua badan di Bandung. Bandung Fe Institute,mengeluarkan buku <em>Fisika Batik : Jejak Sains Modern dalam Seni Tradisi Indonesia</em>,juga Pixel People,sekumpulan ilmuwan yang mengembangkan seni generatif dari kebudayaan Indonesia.</p>
<p>Salah satu pelopor batik Fraktal di Indonesia adalah Komarudin Kadiya (40),pemilik Batik Komar,Bandung. Sebagai pengusaha Batik modern,Komarudin tidak hanya mengimprovisasi motif dan corak lama,tapi juga menciptakan ide-ide  baru dari inspirasi di sekitar. &#8220;Ketika ke Jepang saya terinspirasi bentuk snowflake atau kristal air. Tema lain yang menarik misalnya<em> mollusca</em> atau kerang-kerangan,&#8221; ceritanya. Menurut Komarudin,batik fraktal turut memperkaya ragam hias batik. Namun ia tidak menyangkal ada sedikit bentrokan denga generasi terdahulu.&#8221;Saya tetap menjunjung tinggi karya-karya batik klasik. Namun pada aplikasinya,semakin banyak orang mencampuradukkan berbagai macam motif batik. Itu adalah bentuk improvisasi masyarakat modern yang harus diapresiasi juga.&#8221; paparnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-fraktal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merawat Batik Tetap Cantik (Menyimpan)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/merawat-batik-tetap-cantik-menyimpan/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/merawat-batik-tetap-cantik-menyimpan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 13:46:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[
Hati-hati saat menyimpan batik. Batik berpayet sebaiknya digantung saja karena bila dilipat payet beresiko rusak.
Untuk menggantung batik,pilih gantungan yang terbuat dari kayu atau rotan. Gantungan yang terbuat dari kawat dapat merusak batik
Apabila lemari gantung kita berlampu,jangan biarkan sinarnya mengenai batik secara langsung. Hal ini akan membuat warna batik berubah. Lebih aman matikan saja lampunya.
Agar terhindar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Hati-hati saat menyimpan batik. Batik berpayet sebaiknya digantung saja karena bila dilipat payet beresiko rusak.</li>
<li>Untuk menggantung batik,pilih gantungan yang terbuat dari kayu atau rotan. Gantungan yang terbuat dari kawat dapat merusak batik</li>
<li>Apabila lemari gantung kita berlampu,jangan biarkan sinarnya mengenai batik secara langsung. Hal ini akan membuat warna batik berubah. Lebih aman matikan saja lampunya.<span id="more-116"></span></li>
<li>Agar terhindar dari ngengat dan membuat batik tetap wangi,taruh akar cendana atau merica biji atau cengkeh di lipatan batik atau sebar di lemari. Cara lain adalah membungkus akar cendana/merica biji/cengkeh ke dalam kain dan bungkus seperti potpourri. Selanjutnya taruh bungkusan kain itu ke dalam lemari</li>
<li>Pastikan lemari penyimpan selalu bersih. Alasi permukaan dengan kertas roti. Tinta kertas koran bisa merusak <a href="http://jogja-batik.com">motif batik</a>.</li>
<li>Untuk menghilangkan debu atau ngengat,sebaiknya keluarkan batik sebulan sekali dari dalam lemari. Buka lipatannya dan kibas-kibaskan kain tersebut. Setelah itu angin-anginkan batik selama 1 jam.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/merawat-batik-tetap-cantik-menyimpan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
