<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Batik Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://www.batikyogyakarta.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.batikyogyakarta.com</link>
	<description>Informasi Seputar Batik Dan Jogja</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 08:22:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Batik Kontemporer,Free Style !</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-kontemporerfree-style/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-kontemporerfree-style/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 08:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Review Produk Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh modernisasi tidak hanya mempengaruhi rutinitas manusia,namun juga mempengaruhi budaya. Kain batik yang dulu kental dengan pakem-pakem motif,kini muncul dengan &#8220;gaya bebas&#8221; !
Batik kontemporer bermunculan dimana-mana. Para pengrajin batik berusaha membuat batik lebih diterima di masyarakat  luas dengan cara menciptakan motif-motif baru. Ada yang menciptakan motif yang benar-benar baru. Ini beberapa label batik yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengaruh modernisasi tidak hanya mempengaruhi rutinitas manusia,namun juga mempengaruhi budaya. Kain batik yang dulu kental dengan pakem-pakem motif,kini muncul dengan &#8220;gaya bebas&#8221; !</p>
<p>Batik kontemporer bermunculan dimana-mana. Para pengrajin batik berusaha membuat batik lebih diterima di masyarakat  luas dengan cara menciptakan motif-motif baru. Ada yang menciptakan motif yang benar-benar baru. Ini beberapa label batik yang patut di tengok. Keduanya adalah desainer <a href="http://jogja-batik.com">batik dari yogyakarta. </a></p>
<p>Beda-beda batik</p>
<p>Salah satu label batik yang menciptakan batik kontemporer adalah Beda Beda batik by Chaliet bambang. Desainernya adalah Chaliet Bambang yang telah mengenal batik sejak orang tuanya membatik. Karena setiap hari melihat orang tuanya membuat batik klasik,Chaliet menjadi jenuh dengan batik semacam itu. Wanita ini pun mendapat inspirasi membuat dan mengembangkan batik yang berbeda dan inovatif. Melalui label Beda Beda batik,chaliet menggabungkan motif-motif klasik yang sudah ada dengan motif ciptaannya sehingga menjadi desain yang baru. Setiap desain hanya dibuat satu lembar dengan penempatan motif yang eksklusif sehingga tiap batik menjadi unik. Batik tersebut dibuat dengan bahan sutera ATBM (Alat tenun bukan mesin) yang tidak mengilat dan motifnya dibuat dengan teknik batik tulis pada umumnya. Desainnya yang cantik membuat batik kontemporer ini terlihat begitu indah. Awalnya Chaliet mendapat pertentangan dari kalangan pecinta batik klasik,namun dia maju terus sehingga batiknya kini telah digemari  hingga ke mancanegara; Perancis,Italia,hingga Jepang. Batik buatan chaliet dianggap tidak memiliki kesan berat dan resmi sehingga pas dengan selera konsumen luar negeri.</p>
<p>Gee batik</p>
<p>Batik ini muncul dengan batik kontemporer yang berbeda. Perpaduan motif batik yang beragam dari motif flora dan fauna,lukisan abstrak ala italia hingga <a href="http://jogja-batik.com">motif batik klasik Yogyakarta</a> seperti kawung,parang atau ceplok. Batik-batik tersebut dibuat dengan bahan katun,sutera dan ATBM dengan teknik batik tulis. Batik ini kesannya sangat agresif,berani dan begitu abstrak. Beberapa bahkan sangat abstrak sehingga sudah tidak mirip batik lagi. Kesan santai namun berani pun sangat terasa pada setiap kain yang tercipta. label <a href="http://jogja-batik.com">batik asal yogyakarta</a> yang sering pameran di luar negeri ini membuat setiap motif hanya satu bahan saja .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-kontemporerfree-style/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Batik Malaysia Kian Berjaya?</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/benarkah-batik-malaysia-kian-berjaya/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/benarkah-batik-malaysia-kian-berjaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 06:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Even]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Persaingan kepemilikan atas batik antara Indonesia &#8211; Malaysia,makin tajam. Awal tahun 2012 ini,negeri jiran ini menggelar pemilihan Putri Batik malaysia yang terbuka diikuti internasional.
Inikah tanda-tanda batik Malaysia kian berjaya? gebrakan itu,pastinya menjadi pemicu Indonesia untuk terus merapatkan strategi,khususnya tentang branding kepemilikan internasional. Sebenarnya,seperti apakah batik Malaysia itu?
Pertanyaan itu,dapat dijawab dengan mengunjungi Musium Tekstil Negara di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Persaingan kepemilikan atas batik antara Indonesia &#8211; Malaysia,makin tajam. Awal tahun 2012 ini,negeri jiran ini menggelar pemilihan Putri Batik malaysia yang terbuka diikuti internasional.</p></blockquote>
<p>Inikah tanda-tanda batik Malaysia kian berjaya? gebrakan itu,pastinya menjadi pemicu Indonesia untuk terus merapatkan strategi,khususnya tentang branding kepemilikan internasional. Sebenarnya,seperti apakah batik Malaysia itu?</p>
<p>Pertanyaan itu,dapat dijawab dengan mengunjungi Musium Tekstil Negara di jalan Sulta Hushamudin Kuala Lumpur. Musium yang menggambarkan perkembangan tekstil sebagai ciri dan gaya hidup masyarakat Malaysia,sejak jaman pra sejarah. Museum terdiri dari empat galeri. Yakni galeri Ratna Sari,galeri Pohon Budi,galeri Teluk Berantai dan galeri Pelangi. Batik Malaysia dapat dilihat dari galeri pelangi,yang memuat koleksi batik ikat celup dan batik canting. &#8220;Kami juga menggunakan canting,malam,dan kombinasi kuas,&#8221; kata Aminuddin,salah seorang petugas museum. Siang itu (Selasa,20 Desember 2011) sedang berlangsung pameran batik sekaligus workshop. Beberapa perempuan dan laki-laki muda sedang serius melukis batik. Motif flora : Bunga dan Tumbuhan,mendominasi. Batik (lukis) malaysia,menggunakan warna-warni atraktif. Ini mengingatkan batik Pesisiran di negeri kita. Pada almari pajang yang terbuat dari kaca tebal,dapat dilihat perlbagai motif batik Malaysia. Sebagian besar,motif flora dan motif abstrak pada batik ikat.<span id="more-236"></span></p>
<p>Namun pada display batik koleksi &#8220;Batik Ela&#8221; yang terkenal inovatif dalam reka corak,dapat dijumpai motif sosok wayang dengan warna-warna coklat tanah (sogan) sebagaimana <a href="http://jogja-batik.com">batik Yogyakarta</a> atau Solo. Meski sosok wayang itu,tidak berarti salah satu tokoh dalam pewayangan sebagaimana dipahami oleh masyarakat Indonesia.<br />
Motif batik Malaysia juga ditegaskan oleh paparan-paparan dalam museum itu sebagai warisan budaya Melayu. Motif selalu menggambarkan kegembiraan hidup melalui bunyi,irama dan perpaduan sebagai ungkapan kreatif seni persembahan kepada generasi ke generasi penerus. Jika dilihat koleksi tampilan desain busana,secara kuantitas batik Malaysia lebih banyak dikenakan karena kebanyakan warga Malaysia berbusana ala melayu (muslim). Sehingga lebih &#8220;tertangkap mata&#8221;.<br />
Salah satu hal penting,museum tekstil negara tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Malaysia untuk eksis dalam kepemilikan atas hak intelektual batik. Keseriusan lain,dapat dilihat dari aspek pencitraan yang sangat gencar dan ini menciptakan pasar tersendiri. Aktivitas terbaru,mencari sosok &#8220;putri batik Malaysia&#8221; yang terbuka untuk internasional.<br />
Jika dipantau dari jumlah dan asal peserta,acara tersebut cukup menarik minat internasional. Termasuk Putri Indonesia,Melissa putri. Meski keikutsertaan Melissa putri,terasa aneh. Karena nampak tidak sensitive dengan strategi pergulatan kepemilikan hak intelektual atas batik. Seharusnyalah para public figure dan pemerintah meningkatkan kepekaan atas jurus-jurus pencitraan batik ke tingkat dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/benarkah-batik-malaysia-kian-berjaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Batik dalam Busana (2)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2-2/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 05:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Busana Pesta 
1. Jika anda ingin membuat busana pesta atau resmi dari kain batik,anda bisa menggunakan berbagai jenis motif dan paduan warna. Yang penting,pilihlah warna serta motif yang sesuai dengan jenis acara yang akan anda hadiri (suasana pesta).
2. Untuk acara pesta yang beratmosfer santai atau semi resmi,anda bisa memilih batik bermotif fauna dan flora dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Busana Pesta </strong></p>
<p>1. Jika anda ingin membuat busana pesta atau resmi dari kain batik,anda bisa menggunakan berbagai jenis motif dan paduan warna. Yang penting,pilihlah warna serta motif yang sesuai dengan jenis acara yang akan anda hadiri (suasana pesta).<br />
2. Untuk acara pesta yang beratmosfer santai atau semi resmi,anda bisa memilih batik bermotif fauna dan flora dalam paduan warna cerah ataupun terang.<br />
3. Untuk acara pesta yang resmi,<a href="http://jogja-batik.com">batik bermotif flora</a> dan fauna dalam paduan warna yang cerah ataupun terang.<br />
4.Untuk acara pesta yang resmi,batik bermotif geometris berukuran sedang atau motif-motif klasik seperti motif jlamprang dan truntum dalam sentuhan warna terang atau gelap yang terkesan mewah bisa menjadi pilihan yang tepat.<br />
5.Batik bermotif flora juga bisa anda pilih untuk menciptakan busana resmi yang terkesan elegan.<br />
6. Buatlah busana untuk pesta (resmi maupun tidak resmi) bermotif batik yang siluetnya simple namun berdetail cantik dan unik,seperti ikatan pita atau memainkan pola-pola draperi.<br />
7.Untuk busana pesta ,anda bisa memilih batik yang terbuat dari katun,sutra (sutra satin,raw silk,crepe silk)dan tenun ATBM (alat tenun bukan mesin).<br />
<span id="more-233"></span><br />
<strong>Busana Casual</strong><br />
1. Pilih batik bercorak fauna dan flora dal;am paduan warna cerah,sehingga memberi kesan aktif dan ceria.<br />
2. Jika anda bertubuh besar,pilihlah motif batik yang ukurannya sedang. Hindari motif  yang ukurannya terlalu besar ataupun terlalu kecil.<br />
3. Apabila anda bertubuh mungil,pastikan anda untuk memilih motif batik berukuran kecil.<br />
4.Agar nyaman dipakai,untuk busana casual pilihlah batik yang terbuat dari katun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Batik Dalam Busana</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 05:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Tampil menarik dan elegan dengan batik memang bukan hal yang mudah. Anda harus jeli dalam menggunakan kain,motif serta warna batik yang menarik.
Busana kerja 
1. Pilihlah batik dalam kombinasi warna gelap atau pastel,serta bercorak geometris agar penampilan anda tetap terlihat rapi,simple dan formal.
2.Untuk anda yang bertubuh besar,pilihlah motif yang geometris yang berukuran sedang atau kombinasi motif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tampil menarik dan elegan dengan<a href="http://jogja-batik.com"> batik </a>memang bukan hal yang mudah. Anda harus jeli dalam menggunakan kain,motif serta warna batik yang menarik.</p>
<p><strong>Busana kerja </strong><br />
1. Pilihlah batik dalam kombinasi warna gelap atau pastel,serta bercorak geometris agar penampilan anda tetap terlihat rapi,simple dan formal.<br />
2.Untuk anda yang bertubuh besar,pilihlah motif yang geometris yang berukuran sedang atau kombinasi motif geometris yang besar dengan yang berukuran kecil agar sesuai dengan proporsi tubuh anda.<br />
3. Bila tubuh anda mungil,jangan ragu untuk memilih batik yang bermotif geometris berukuran sedang agar bentuk tubuh anda tampak lebih proporsional.<br />
4.Untuk aktivitas kerja,pastikan anda memilih desain busana yang simple namun tegas sehingga tetap berkesan profesional. Hanya jika diperlukan,bisa ditambah detail atraktif yang terkesan minimalis,seperti opnaissel,ploi,saku,atau tali pinggang.<span id="more-231"></span><br />
5.Untuk busana kerja pilihlah batik yang terbuat dari bahan katun dan tambahkan superlining sebagai pelapis dalam (furing) agar jatuhnya busana terlihat lebih tegas dan rapi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Purworejo kalah Bersaing</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 04:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Perajin batik tulis di Kabupaten Purworejo masih lemah dalam tehnik pewarnaan. Akibatnya,batik yang dihasilkan kalah bersaing karena konsumen lebih memilih produk dari Yogyakarta,Solo atau Pekalongan. Selain itu rendahnya produktivitas perajin juga menyebabkan stok batik terbatas. Kurang maksimalnya teknik pewarnaan seperti terjadi di Purworejo menyebabkan warna batik tidak merata,kusam dan kurang tajam.
&#8220;Persoalan yang kerap dihadapi memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perajin batik tulis di Kabupaten Purworejo masih lemah dalam tehnik pewarnaan. Akibatnya,batik yang dihasilkan kalah bersaing karena konsumen lebih memilih produk dari Yogyakarta,Solo atau Pekalongan. Selain itu rendahnya produktivitas perajin juga menyebabkan stok batik terbatas. Kurang maksimalnya teknik pewarnaan seperti terjadi di Purworejo menyebabkan warna batik tidak merata,kusam dan kurang tajam.<br />
&#8220;Persoalan yang kerap dihadapi memang soal pewarnaan,perajin tidak menguasai teknik yang baik,sehingga hasilnya kurang maksimal,&#8221;kata Musaini SSn,praktisi batik asal Sewon,Bantul saat memberikan pelatihan kepada belasan pembatik tulis di Balai Desa Kemanukan kecamatan Bagelen.<span id="more-228"></span><br />
Tehnik pewarnaan merupakan salah satu tehnik akhir dalam membatik yang memerlukan inovasi dan seni yang tinggi. Menurutnya,tanpa sentuhan pewarnaan juga terlihat kurang menarik,padahal batik Purworejo memiliki motif yang khas dan asli ciptaan seniman setempat,seperti garut,ukel cantel,kopi pecah serta kawung.<br />
Batik yang dihasilkan sejumlah sentra produksi di Jawa tengah,lanjutnya sudah memiliki kekhasan warna sendiri. <a href="http://jogja-batik.com">Batik Yogyakarta </a>bercorak sogan,Solo coklat hitam,sedangkan Pekalongan ciri khasnya berwarna merah.<br />
Dikatakan,untuk meningkatkan kualitas pelatihan perajin mutlak dilakukan. Bahkan,pihaknya juga diminta Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Dinperindagkop) Purworejo untuk memberikan pelatihan membuat kombinasi batik cap dan tulis.<br />
&#8220;Inovasi produk tersebut untuk membidik pasar kelas menengah. Selain itu,batik tulis hasil perajin Purworejo sudah bagus,hanya harus dilatih dalam teknik pewarnaan saja,&#8221; terangnya.<br />
Perajin batik di Desa Kemanukan,suparmi menambahkan meski ada 20 perempuan perajin yang tergabung dalam satu kelompok di desanya,tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Produksi terbatas karena perajin masih menjadikan membatik sebagai pekerjaan sambilan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Batik Afrika</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/mengenal-batik-afrika/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/mengenal-batik-afrika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 08:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Ada beragam tekstil di berbagai belahan Afrika,salah satunya adalah batik. Tidak hanya Indonesia,ternyata Afrika Selatan juga memiliki kain batik yang khas. Teknik membatik yang paling maju dapat ditemukan di Nigeria,dimana orang-orang Yoruba membuat kain Adire. Ada 2 metode pewarnaan dengan lilih yang digunakan. Adire eleso yang memakai teknik ikat serta jahit dan adire eleko yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beragam tekstil di berbagai belahan Afrika,salah satunya adalah batik. Tidak hanya Indonesia,ternyata Afrika Selatan juga memiliki kain batik yang khas. Teknik membatik yang paling maju dapat ditemukan di Nigeria,dimana orang-orang Yoruba membuat kain Adire. Ada 2 metode pewarnaan dengan lilih yang digunakan. <em>Adire eleso</em> yang memakai teknik ikat serta jahit dan adire eleko yang memakai teknik gumpalan pati. Gumpalan ini biasanya terbuat dari tepung tapioka,beras,tawas atau tembaga  sulfat yang dididihkan bersama sehingga menghasilkan gumpalan tebal dan halus. Suku Yoruba di Afrika Barat menggunakan gumpalan pati ini sebagai lapisan pelindung warna,sementara masyarakat Senegal  menggunakan gumpalan beras. Gumpalan-gumpalan ini digunakan dalam dua cara yang berbeda.<br />
Sketsa digambar dengan stensil logam tipis yang fleksibel atau perangkat yang terbuat dari kayu. Alat ini memungkinkan terbentuknya pola berulang yang akurat. Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh kaum pria. Proses selanjutnya dilakukan oleh kaum perempuan,yaitu <a href="http://jogja-batik.com">kain tradisional</a> akan didesain lebih lanjut dengan menggunakan peralatan sederhana seperti bulu,tongkat tipis,sepotong tulang halus atau logam dan alat sisir dari kayu.<br />
<strong><br />
Turun Temurun</strong><br />
Pola kain biasanya merupakan tradisi keluarga yang diturunkan dari ibu ke anak perempuan sebagai industri rumahan. Kain ini biasanya dibagi menjadi bujur sangkar atau segi empat panjang dan desainnya merupakan kejadian sehar-hari,ukiran,kegiatan,atau gambar tradisional sejarah suku.<br />
Sebuah kain eleko biasanya terdiri dari dua sampai dua setengah yard potongan kain dijahit  menyatu. Biasanya proses pencelupan dilakukan bersama-sama agar lebih efektif. Pewarna tradisional adalah warna nila dari tanaman yang tumbuh di seluruh Afrika. Di banyak tempat,tanaman ini sekarang dibudidayakan dengan varietas yang berbeda sehingga menghasilkan warna biru tua. Setelah kering,kain tersebut dicelup dalam  pot tanah liat besar atau galian lubang. Setelah dikeringkan,gumpalan akan mengelupas dan menghasilkan warna putig atau biru muda.<span id="more-226"></span><br />
Kain yang biasanya digunakan adalah kain katun,walau kain yang lebih berharga adalah kain sutera alami. Beberapa tahun terakhir ,terdapat kain lain menggunakan desain afrika yang diproduksi di Inggris (baju manchaster) dan Belanda. Kain yang diproduksi masal ini merupakan buatan mesin. Proses produksi  yang sama kini dilakukan di banyak negara afrika.<br />
Selain itu,ada juga kain lumpur. Kain ini dibuat oleh orang-orang Bamana Mali. Kain tersebut dicelup warna kuning dan dilapisi lumpur  sungai. Warna kuning &#8220;meredup&#8221; lalu berubah menjadi cokelat gelap. Lumpur kemudian dibersihkan sehingga kain kembali ke warna aslinya. Proses tersebut menghasilkan kain berpola cokelat dan putih dengan karakteristik gelap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/mengenal-batik-afrika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik dan Miss Universe</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-dan-miss-universe/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-dan-miss-universe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 03:37:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Even]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Sejak ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia,batik kini telah bermetamorfosis. Kain batik mampu menjadi mahakarya yang mampu merambah dunia internasional. Aneka ragam batik kuno hingga modern dapat dinikmati masyarakat Indonesia khususnya pecinta batik.
Kecintaan masyarakat pada batik juga tak hanya diwujudkan dengan mengenakan batik dalam kehidupan sehari-hari,tapi juga diikuti  keingintahuan asal-muasalnya. Banyak dari mereka yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia,batik kini telah bermetamorfosis. Kain batik mampu menjadi mahakarya yang mampu merambah dunia internasional. Aneka ragam batik kuno hingga modern dapat dinikmati masyarakat Indonesia khususnya pecinta batik.<span id="more-223"></span><br />
Kecintaan masyarakat pada batik juga tak hanya diwujudkan dengan mengenakan batik dalam kehidupan sehari-hari,tapi juga diikuti  keingintahuan asal-muasalnya. Banyak dari mereka yang penasaran bagaimana batik diciptakan dengan begitu indah.<br />
Namun,sebenarnya seni membatik pada dasarnya adalah sebuah teknologi kuno dalam seni pembuatan kain. <a href="http://jogja-batik.com">Seni batik</a> berkembang di Indonesia sejak berabad-abad silam. Di tanah Jawa,batik merupakan ekspresi yang mengakar pada mitologi,filosofi,dan dunia lambang siklus kehidupan.<br />
Karenanya,kini telah banyak produsen batik yang tak hanya berdagang batik,tapi juga ikut memamerkan proses pengerjaan batik. Dengan demikian,para konsumen bisa mencoba bagaimana trik membatik tulis yang terkenal klasik dan bernilai tinggi.<br />
Bahkan yang lebih mengagumkan beberapa di antara produsen batik juga mendirikan museum batik. Di sana mereka memamerkan beberapa hasil karya batik serta sebuah workshop kecil untuk pengunjung yang ingin mencoba kerajinan ini. Itu semua tentu menjadi daya tarik wisata tersendiri.<br />
Perlu diketahui juga batik bukan hanya mengagumkan bagi masyarakat negeri sendiri. Tapi batik juga menjadi saya tarik bagi orang asing. Dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu ,Miss Universe 2011,Leila Lopez,juga tak melewatkan untuk mengunjungi sebuah rumah batik dan kerajinan Pendopo di Living World,Alam Sutera,Serpong Utara.<br />
Pada kesempatan itu,Leila tak henti-hentinya mengagumi keindahan batik apalagi saat dia ikut mencoretkan tinta <a href="http://batikeksklusif.jogja-batik.com/">batik tulis</a>.&#8221;Luar biasa&#8221;,ujarnya.<br />
Nah,jika Leila Lopez yang bukan orang Indonesia  saja sangat cinta pada batik mengapa kita tidak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-dan-miss-universe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Batik Tulis Cap Dan Printing</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/mengenal-batik-tulis-cap-dan-printing/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/mengenal-batik-tulis-cap-dan-printing/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 04:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Produk Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Batik Tulis
1. Antara ornamen yang satu dengan ornamen lainnya agak berbeda walaupun bentuknya sama. Bentuk isen-isen relatif rapat,rapi dan tidak kaku.
2.Semua proses dikerjakan secara manual,satu persatu, dengan canting,lilin,malam,kain dan pewarna.
Batik Cap
1. Antara ornamen yang satu dengan ornamen lainnya pasti sama,namun bentuk isen-isen tidak rapi,agak renggang dan agak kaku. Apabila isen-isen  agak rapat,maka akan terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Batik Tulis</strong></p>
<p>1. Antara ornamen yang satu dengan ornamen lainnya agak berbeda walaupun bentuknya sama. Bentuk isen-isen relatif rapat,rapi dan tidak kaku.</p>
<p>2.Semua proses dikerjakan secara manual,satu persatu, dengan canting,lilin,malam,kain dan pewarna.</p>
<p><strong>Batik Cap</strong></p>
<p>1. Antara ornamen yang satu dengan ornamen lainnya pasti sama,namun bentuk isen-isen tidak rapi,agak renggang dan agak kaku. Apabila isen-isen  agak rapat,maka akan terjadi mbeleber (goresan yang satu dan yang lainnya menyatu,sehingga kelihatan kasar).</p>
<p>2. Digunakan alat cap atau stempel yang telah terpola batik. Stempel tersebut dicelupkan ke dalam lilin panas,kemudian ditekan atau dicapkan pada kain. Proses ini memakan waktu yang lebih cepat dibanding pada proses batik tulis. Sebab, pada batik tulis pola tersebut harus dilukis titik demi titik dengan canting,sedangkan pada batik cap dengan sekali tekan anda dapat menyelesaikannya,.<span id="more-221"></span></p>
<p><strong>Batik Printing</strong></p>
<p>1. Ornamen bisa sama,bisa juga tidak karena tergantung desain batik yang akan ditiru. Sebab,batik printing biasanya meniru batik yang sudah ada,namun yang perlu diketahui tentang warna. Warna batik printing kebanyakan tidak tembus karena proses pewarnaannya satu muka saja.</p>
<p>2. Pada proses membatik ini,pola telah diprint diatas alat sablon,sehingga pembatikan dan pewarnaan bisa dilakukan secara langsung. Jadi proses batik dapat diselesaikan tanpa menggunakan lilin malam serta canting. Dengan demikian,proses hanya akan dan tentu saja memerlukan waktu yang lebih cepat dibandingkan pada proses batik tulis dan cap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/mengenal-batik-tulis-cap-dan-printing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Warna Alam,Etnik dan Ekslusif</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-warna-alametnik-dan-ekslusif/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-warna-alametnik-dan-ekslusif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 04:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Hari batik 2011 ditandai dengan semaraknya pameran warisan budaya nusantara ini di berbagai kota Jawa dan Madura. Di Jakarta dirayakan dengan Summit Batik dan di Yogyakarta pameran digelar di beberapa lokasi,seperti eks hotel Tugu, Puro Pakualaman,Pusat Kebuadayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PPLH) UGM. Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad ambil peranan penting dalam gelar batik ini.
Di Yogyakarta,masyarakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari batik 2011 ditandai dengan semaraknya pameran warisan budaya nusantara ini di berbagai kota Jawa dan Madura. Di Jakarta dirayakan dengan Summit Batik dan di Yogyakarta pameran digelar di beberapa lokasi,seperti eks hotel Tugu, Puro Pakualaman,Pusat Kebuadayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PPLH) UGM. Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad ambil peranan penting dalam gelar batik ini.<br />
Di Yogyakarta,masyarakat perbatikan mengemas pameran peragaan busana dan demo batik ini di PKKH UGM dengan dominasi warna-warna alam. Menurut ketua umum Paguyuban Pecinta batik Indonesia Sekar jagad Ir Dra larasati Suliantoro gegap gempita hari Batik ini untuk menunjukkan Yogyakarta sebagai pusat <a href="http://jogja-batik.com">tradisi batik </a>
<ol>
dunia.<br />
Sengaja pameran dan peragaan busana batik mengangkat warna alam karena rancangan busana maupun kain batik yang menggunakan zat warna alam memiliki nilai jual atau nilai ekonomi tinggi. Batik warna alam memiliki nilai seni dan warna khas,ramah lingkungan sehingga berkesan etnik dan eksklusif. Dengan warna alam batik menjadi unik dan sejuk,tidak mencolok indah dipandang. Zat pewarna alam untuk bahan tekstil pada umumnya diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan seperti akar,kayu,daun,biji maupun bunga. Para perajin batik telah banyak mengenal tumbuh-tumbuhan yang dapat mewarnai bahan tekstil beberapa diantaranya: daun pohon nila (indofera),daun pohon soga tinggi (Ceriops candolleana arn) kayu tegeran (Cudraina Javanensis). Disamping itu kunyit atau (curcuma),teh (tea),akar mengkudu (Morinda citrifelia),kulit soga jambal (Pelthophorum ferruginum),kesumba (Bixa orelana),daun jambu biji (Psidium Guajava) juga bisa menjadi bahan alam batik. Mori yang diwarnai zat warna alam berasal dari serat alam seperti sutera,wol,kapas (katun). Mori dengan zat warna alam berasal dari serat alam seperti sutera,wol,kapas (katun). Mori dari serat sintetis seperti polyester,nilon dan lainnya tidak memiliki afinitas (daya serap) terhadap zat warna alam.<span id="more-219"></span><br />
Dengan demikian zat warna alam tidak bisa menempel dan meresap di mori sintetis tersebut. Bahan dari sutera pada umumnya memiliki sifat afinitas paling bagus terhadap zat warna alam dibandingkan dengan bahan dari kapas.<br />
Peragaan busana batik bahan alam yang melibatkan mahasiswa ini memang menampilkan warna sejuk dominasi biru muda  atau biru laut untuk berbagai keperluan,pesta,tamasya maupun busana santai untuk belanja. Pertanyaan yang muncul diantara pemirsa padu peragaan busana adiluhur ini,padu padankah kalau busana batik dengan warna-warna kalem dipadukan dengan bahan jeans?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-warna-alametnik-dan-ekslusif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahamkan Falasafah Batik Di Negeri Samba</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/memahamkan-falasafah-batik-di-negeri-samba/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/memahamkan-falasafah-batik-di-negeri-samba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 02:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Membawa batik ke negeri manca,tak sekedar membawa &#8220;barang&#8221; . Dapat berupa kain ataupun benda lain yang diproses dengan teknik batik. Namun sekaligus membawa gaya hidup negeri asal batik. Sebab batik hanya akan dimaknai benar jika lebih dulu paham falsafah batik. Inilah yang dilakukan oleh Nita Azhar selama di Brasil yang juga dikenal sebagai Negeri asal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Membawa batik ke negeri manca,tak sekedar membawa &#8220;barang&#8221; . Dapat berupa kain ataupun benda lain yang diproses dengan teknik batik. Namun sekaligus membawa gaya hidup negeri asal batik. Sebab batik hanya akan dimaknai benar jika lebih dulu paham falsafah batik. Inilah yang dilakukan oleh Nita Azhar selama di Brasil yang juga dikenal sebagai Negeri asal tarian Samba.</p></blockquote>
<p>Nita mewakili Indonesia mempresentasikan eksistensi batik. Hal ini merupakan aksi khusus setelah batik dinyatakan sebagai The World Heritage oleh PBB. Sehingga gema batik sangat luas. Meski dalam kenyataannya,tak setiap bangsa mengenal batik. Karena baru tahap tahu akan batik. Indonesia memiliki tugas mengenalkan batik secara proporsional. Menurut Nita,inilah saatnya Indonesia &#8216;memberitahu&#8217; dunia falsafah batik. Agar batik tidak sekedar manjadi material bisnis. Namun menjadi benda yang menyelaraskan harmoni kehidupan,karena batik sebenarnya memuat pesan -pesan moral. pengalaman Nita membedah falsafah batik  yang berarti membeberkan gaya hidup Nusantara,sangat menyenangkan. Di Brasil,yang dihuni oleh masyarakat heterogen dari pelbagai bangsa,batik mendapat apresiasi yang luar biasa. Mereka antusias bertanya,tidak sekedar menanyakan kain batik dan pirantinya,namun juga makna Parang Kusumo,Sidomukti dll. Kunjungan ke mancanegara pun menjadi media stratetgis untuk mempresentasikan hal-hal yang &#8216;terssembunyi&#8217; dari batik. Dalam motif batik yang dihadirkan Nita sekaligus dapat mempromosikan pariwisata Indonesia.<span id="more-217"></span></p>
<p>Nita juga menghadirkan tenun,<a href="http://jogja-batik.com">motif batik</a> yang ditenun. Aksesori etnik Kotagede. Untuk desain,Nita sengaja merancang busana wearable,free size. &#8220;Ini jurus paling aman. Sebab ukuran Eropa susah diprediksi. Sedangkan untuk kain batik,sengaja saya edukasikan untuk tidak dipotong. Sehingga tetap kain panjang yang akan sesuai dengan ukuran siapapun,&#8221; kata Nita,yang juga mengajari bagaimana mengenakan <a href="http://www.jogja-batik.com/category/kain/">kain batik</a>,dengan tehnik lilit dan draperi tanpa dipotong/dijahit. Siluet kebaya,sangat disukai perempuan Eropa. Simple dan anggun. Dengan demikian,kebaya bisa hadir sebagai blus tanpa lengan. Kebaya juga dapat menjadi semiblazer  untuk melengkapi kamisol. Kebaya tangan panjang,sudah tak diragukan lagi sebagai busana malam yang anggun. Hiasan payet dan bordir,akan mempertegas peruntukan kebaya. Usai dari Brasil,Nita berharap pihak pemerintah mampu melanjutkan negosisasi kontak dagang,&#8221;agar kami bisa fokus di jalur karya dan inovasi&#8221;, ucap Nita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/memahamkan-falasafah-batik-di-negeri-samba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

