<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Batik Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://www.batikyogyakarta.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.batikyogyakarta.com</link>
	<description>Informasi Seputar Batik Dan Jogja</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2012 09:07:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Batik Lereng Merapi Bangkit Pasca Erupsi</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-lereng-merapi-bangkit-pasca-erupsi/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-lereng-merapi-bangkit-pasca-erupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Produk Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Tidak berlebihan apabila ketua Dekranas Sleman,Dra. Hj Kustini Sri Purnomo menginginkan Sleman memiliki pasar batik sebab perajin,penggemar,komunitas dan sentra batik berkembang hampir disetiap kecamatan. Dari Seyegan,Mlati,Cangkringan,Pakem,Kalasan dan bahkan batik berkembang dan bangkit pascaerupsi di lereng Merapi. Sudah selayaknya Sleman punya tempat untuk mengenalkan dan memasarkan karya batik.
Menteri negara pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak berlebihan apabila ketua Dekranas Sleman,Dra. Hj Kustini Sri Purnomo menginginkan Sleman memiliki pasar batik sebab perajin,penggemar,komunitas dan sentra batik berkembang hampir disetiap kecamatan. Dari Seyegan,Mlati,Cangkringan,Pakem,Kalasan dan bahkan batik berkembang dan bangkit pascaerupsi di lereng Merapi. Sudah selayaknya Sleman punya tempat untuk mengenalkan dan memasarkan karya batik.<br />
Menteri negara pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI pada kabinet Indonesia bersatu II Linda amalia Sari agum Gumelar ketika meresmikan kecamatan cangkringan menuju kecamatan layak anak sempat mengagumi karya batik tulis warga korban erupsi merapi. Bahkan tanpa banyak komentar,mantan ketua umum konggres wanita Indonesia (kowani) memborong batik.<br />
Batik memiliki tempat spesial bagi masyarakat dan sangat potensial dikembangkan di Sleman. Dekranas Sleman selalu memfasilitasi perajin memasarkan batik. Karya <a href="http://jogja-batik.com">perajin batik lereng Merapi</a> menjadi daya tarik tersendiri bagi rombongan menteri pada saat batik lereng Merapi dipamerkan di Balai Desa kepuharjo,Kecamatan cangkringan,&#8221;ayo silahkan ibu-ibu memborong batik lereng merapi untuk anak-anak dan suami.&#8221; ujar Linda agum gumelar.<br />
Para perajin kelihatan sumringah pada saat Linda Amalia Sari memborong batik diikuti staf yang lain. Menurut Laretna T Adhisakti  pendamping korban erupsi ternyata berhasil. Melalui usaha rumah tangga seperti <a href="http://batikyogyakarta.com">kerajinan batik</a>,bordir atau sulaman,dengan memanfaatkan sisa atau serpihan batik telah menembus pasar nasional,bahkan BI telah pesan tas mungil karya korban erupsi.<br />
Untuk pendampingan para perajin batik Desa kepuharjo melibatkan Paguyuban batik Indonesia Sekar jagad,bahkan ketua paguyuban Ny larasati Suliantoro turun langsung ikut nyerat disamping mengerahkan instrusktur lain dan mahasiswa Institut Pertanian (Intan) Yogyakarta.<br />
Selain menjadi perajin beberapa warga juga menekuni bordir dan sulaman khusus memanfaatkan limbah batik dengan dikombinasikan kain jeans,sehingga menjadi kerajinan batik khas lereng Merapi.<br />
Serpihan batik limbah dari penjahit ini dibentuk yang mengekspresikan saat-saat terjadi erupsi,diantaranya Gunung Merapi yang sedang aktif atau lingkungan kegiatan selter.<br />
karya batik kombinasi bordir ini menurut perajin dari selter Kuwang,Ny Purwaningsih sudah dipasarkan di Jakarta oleh Bu laretna atau akrab dipanggil  bu Sita. Untuk tas mungil ini harganya Rp 25 ribu.prosesnya cukup lama karena dikerjakan dengan tangan. Lumayan buat tambahan penghasilan. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-lereng-merapi-bangkit-pasca-erupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Indigogfera Kembali Berjaya</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-indigogfera-kembali-berjaya/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-indigogfera-kembali-berjaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 05:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Produk Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Sejak ditetapkan UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 oktober 2009,batik tidak lagi terkesan &#8220;aneh&#8221;. Pertanyaan mau jagong?&#8221; tidak lagi terdengar ketika melihat seseorang mengenakan busana batik.
Batik sebagai selembar kain memiliki sejarah panjang dan bermakna. Karena pembuatan kain dengan teknik perintang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak ditetapkan UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 oktober 2009,batik tidak lagi terkesan &#8220;aneh&#8221;. Pertanyaan mau jagong?&#8221; tidak lagi terdengar ketika melihat seseorang mengenakan busana batik.</p>
<p>Batik sebagai <a href="http://www.jogja-batik.com/category/kain/">selembar kain</a> memiliki sejarah panjang dan bermakna. Karena pembuatan kain dengan teknik perintang ini juga di jaman silam juga dikenal di Mesir,Tiongkok,India,Jepang,Nigeria dan juga Senegal. Sekalipun kata batik berasal dari Bahasa Jawa: amba lan titik,namun kehadiran batik sendiri tidaklah tercatat. Ada yang berpendapat teknik batik kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilanka abad 6 atau 7 (GP Rouffaer).Tetapi arkeolog Belanda JLA Brandes dan arkeolog Indonesia  FA Sutjipto percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja,Flores,Halmahera dan Papua.</p>
<p>Hanya pengakuan UNESCO terhadap batik menjadikan semua mata menuju ke Indonesia. &#8220;Ketika orang bicara batik,maka ingatannya akan kepada kerajaan mataram baik mataram kuno maupun mataram islam&#8221;,ungkap ketua paguyuban pecinta batik indonesia (PPBI). Bahkan batik jawa mempunyai motif  yang berbeda-beda. Dimana masing-masing motif memiliki makna. Karena batik menurut Larasaty bukan sekedar gambar tapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhurnya.</p>
<p>Batik sangat terkait dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa. &#8220;Sejak masih dalam kandungan hingga menutup mata,batik selalu menemani perjalanannya. Simbol dan makna yang termaktub di dalamnya,membuat batik memiliki nilai yang lebih bagi masyarakat Jawa.</p>
<p>Berangkat dari itulah PPBI Sekarjagad dalam pertemuan akhir Februari lalu tak sekedar mengadakan pameran khusus batik karya dan koleksi KRAy Pintakapurnomo HB IX.</p>
<p>Mengapa Indigo? <a href="http://www.jogja-batik.com/category/kain/">Batik Indigo</a> adalah batik dengan proses pencelupan zat warna biru alami dengan proses pencelupan zat warna biru alami dari daun Indigofera tinctiori. Warna biru alami daun Indigofera tinctiori. Warna biru alami daun ini dipercaya turun temurun oleh para pembatik tanah jawa sebagai warna abadi yang tidak memudar oleh zaman. Kita sedang berusaha menggali kembali,melestarikan  dan mengembangkan batik tulis indigo agar kembali berjaya. &#8220;Batik ini ramah lingkungan dan non polutan bagi pemakai. Dengan warna biru khas dan teduh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-indigogfera-kembali-berjaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Gliter Nan Indah</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-gliter-nan-indah/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-gliter-nan-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 03:29:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Review Produk Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Seiring dengan perkembangan jaman,corak kain batik semakin berkembang,salah satunya batik gliter.Untuk mengerjakan sebuah kain batik gliter,dibutuhkan waktu sekitar satu hari penuh.Kain batik yang sudah ada polanya ini kemudian dipola kembali menggunakan lem khusus.
Lem berwarna putih ini kemudian digunakan untuk membuat pola menggunakan canting khusus. Seluruh pola yang akan diberi gliter dilapisi dengan lem.
Setelah selesai,lapisan lem [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring dengan perkembangan jaman,corak <a href="http://www.jogja-batik.com/category/kain/page/2/">kain batik </a>semakin berkembang,salah satunya batik gliter.Untuk mengerjakan sebuah kain batik gliter,dibutuhkan waktu sekitar satu hari penuh.Kain batik yang sudah ada polanya ini kemudian dipola kembali menggunakan lem khusus.<br />
Lem berwarna putih ini kemudian digunakan untuk membuat pola menggunakan canting khusus. Seluruh pola yang akan diberi gliter dilapisi dengan lem.<br />
Setelah selesai,lapisan lem ini dibiarkan agak kering baru kemudian bubuk gliter ditaburkan diatas kain dan langsung didiamkan hingga kering.<br />
<a href="http://www.jogja-batik.com/category/kain/">Kain batik</a> yang sudah ditaburi gliter ini kemudian dibersihkan menggunakan kuas hingga butiran-butiran gliter yang tidak menempel di lem hilang.<br />
Setelah selesai prosesnya,kain-kain batik gliter ini kemudian langsung dikemas dalam plastik kemasan. Sebuah kain batik gliter ini dijual antar Rp 50.000 hingga Rp 100.000</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-gliter-nan-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tekelan,Bahan Baku Pewarna Alam Batik</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/tekelanbahan-baku-pewarna-alam-batik/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/tekelanbahan-baku-pewarna-alam-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 03:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Tekelan,tanaman gulma semak bunga putih (Cromolaena odorata) species Chromolaena odorata (L) King dan HE Robins,menyimpan banyak manfaat. Bahkan ketersediaannya sangat melimpah. Namun pemanfaatannya belum optimal baik sebagai tanaman pencegah hama,insektisida nabati,maupun pewarna alam batik warna kuning. Beberapa daerah di Indonesia menyebut tanaman ini dengan tekelan. Bahasa inggris disebut Jack in The bush. Sedangkan,bahasa daerah disebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tekelan,tanaman gulma semak bunga putih (Cromolaena odorata) species Chromolaena odorata (L) King dan HE Robins,menyimpan banyak manfaat. Bahkan ketersediaannya sangat melimpah. Namun pemanfaatannya belum optimal baik sebagai tanaman pencegah hama,insektisida nabati,maupun pewarna alam <a href="http://www.jogja-batik.com/category/kain/page/3/">batik warna kuning</a>. Beberapa daerah di Indonesia menyebut tanaman ini dengan tekelan. Bahasa inggris disebut Jack in The bush. Sedangkan,bahasa daerah disebut berbeda,marenggo,randha lenguk,randha semaya (Jawa).</p></blockquote>
<p>Hal tersebut diungkapkan oleh Dwi Suheryanto,Peneliti Balai Besar Kerajinan dan Batik,Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri-Kementrian Perindustrian RI,Jl Kusumanegara 7,Yogyakarta saat menunjukkan proses pembuatan pewarna alam tanaman tekelan.<br />
Dwi Suheryanto mengatakan,klasifikasi tanaman tersebut,Kingdom plantae (tumbuhan) super divisi permatophyta (menghasilkan biji),divisi magnoliophyta (tumbuhan berbunga),kelas magnoliopsida (berkeping dua/dikotil),sub kelas asteridae,ordo asterales,famili asteraceae,genus Chromolaena,species Chromolaena odorata (L) King dan HE Robins. Gulma merupakan tumbuhan perdu berkayu tahunan yang batangnya membentuk cabang-cabang sekunder. Ciri khas tanaman ini daun berbentuk segitiga,tiga tulang daun terlihat jelas. Bila diremas tera<br />
sa bau menyengat. Cabang berhadapan,bunga majemuk berwarna putih kotor. Pengembangbiakan tekelan sangat mudah dan cepat,baik secara vegetatif maupun secara generatif,biji gulma halus,ringan dan jumlah banyak dapat disebarkan oleh angin,vegetatif terjadi karena bagian batang yang ada di dalam tanah akan membentuk tunas-tunas baru dan akan muncul kepermukaan tanah menjadi perdu.<br />
Tanaman tekelan,masih menjadi penting di perkebunan,kehutanan,saluran pengairan dan padang penggembalaan. Gulma semak bunga putih tak dikehendaki dalam suatu area tertentu karena dianggap mengganggu tanaman pertanian maupun rumput untuk pakan ternak. Sistem pengakarannya bercabang banyak dan adventif sehingga mampu menyerap unsur N yang terikat kuat dalam tanah. Permukaan bagian bawah daun yang halus dan bagian atas kasar memungkinkan air tanah diserap dan disimpan di daun serta bagian hijau lainnya.<span id="more-241"></span></p>
<p><strong>Dari Alam</strong></p>
<p>Zaman dahulu hingga saat ini pewarna batik berasal dari alam baik dari tumbuh-tumbuhan maupun binatang. Macam warna  yang digunakan terbatas,warna soga (coklat) dan biru (nila/indigo),dan pink (kuning-kemerahan) dari akar mengkudu (pace). Seiring kemajuan zaman dan teknologi,pewarna sintetis (zat warna tekstil  masuk ke Indonesia yang awalnya digunakan untuk mewarnai kain pada perusahaan tekstil akhirnya berimbas untuk pewarnaan batik dan tenunan. Isu lingkungan yang terus digencarkan berkait dengan produk yang ramah lingkungan sangat berpengaruh dan menentukan suatu produk akhir. Penggunaan zat warna sintetis di dalam pembatikan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dibendung ,mengingat kecepatan,kemudahan dan kestabilan serta warna yang dihasilkan beraneka macam. Namun dampak negatif berpengaruh terhadap lingkungan,pekerja dan pengguna. Khususnya zat warna yang sintetis yang mengandung karsinogenik dapat mempengaruhi kesehatan pengguna dan lingkungan,suatu kondisi yang kontradiktif.<br />
Ketelan sangat mudah ditemukan hampir diseluruh daerah. Mengingat mudahnya penyebaran penyebaran tanaman gulma Indonesia,sehingga tanaman ini merupakan sumber bahan baku pewarna alam yang melimpah.Karena itu potensi ini bisa menjadi peluang menjanjikan sebagai pengganti pewarna sintetis yang ramah lingkungan.Tanaman ini menghasilkan warna primer,yaitu warna kuning dari kayu tegeran atau pohon kayu nangka yang relatif sukar diperoleh dan mahal. Proses pengambilan warna dapat dilakukan dengan cara sederhana. Proses dengan cara perebusan,setiap 1 kg bahan (daun,ranting,dan batang) tekelan direbus dengan air sebanyak air sebanyak 8 liter air hingga menjadi/tersisa 3-4 liter. Kemudian disaring dipisahkan dari ampasnya. Hasil larutan ekstraksi pewarna alam ini dapat digunakan sebagai pewarna pada proses pewarnaan batik.<br />
Sehingga dengan keberadaan tanaman gulma yang ketersediaannya melimpah,akan menjadi lumbung sumber bahan baku untuk proses <a href="http://www.jogja-batik.com/category/kain/page/3/">pewarna batik</a> maupun benang pada proses tenun tradisional,khususnya untuk warna kuning.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/tekelanbahan-baku-pewarna-alam-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Kontemporer,Free Style !</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/batik-kontemporerfree-style/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/batik-kontemporerfree-style/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 08:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Review Produk Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh modernisasi tidak hanya mempengaruhi rutinitas manusia,namun juga mempengaruhi budaya. Kain batik yang dulu kental dengan pakem-pakem motif,kini muncul dengan &#8220;gaya bebas&#8221; !
Batik kontemporer bermunculan dimana-mana. Para pengrajin batik berusaha membuat batik lebih diterima di masyarakat  luas dengan cara menciptakan motif-motif baru. Ada yang menciptakan motif yang benar-benar baru. Ini beberapa label batik yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengaruh modernisasi tidak hanya mempengaruhi rutinitas manusia,namun juga mempengaruhi budaya. Kain batik yang dulu kental dengan pakem-pakem motif,kini muncul dengan &#8220;gaya bebas&#8221; !</p>
<p>Batik kontemporer bermunculan dimana-mana. Para pengrajin batik berusaha membuat batik lebih diterima di masyarakat  luas dengan cara menciptakan motif-motif baru. Ada yang menciptakan motif yang benar-benar baru. Ini beberapa label batik yang patut di tengok. Keduanya adalah desainer <a href="http://jogja-batik.com">batik dari yogyakarta. </a></p>
<p>Beda-beda batik</p>
<p>Salah satu label batik yang menciptakan batik kontemporer adalah Beda Beda batik by Chaliet bambang. Desainernya adalah Chaliet Bambang yang telah mengenal batik sejak orang tuanya membatik. Karena setiap hari melihat orang tuanya membuat batik klasik,Chaliet menjadi jenuh dengan batik semacam itu. Wanita ini pun mendapat inspirasi membuat dan mengembangkan batik yang berbeda dan inovatif. Melalui label Beda Beda batik,chaliet menggabungkan motif-motif klasik yang sudah ada dengan motif ciptaannya sehingga menjadi desain yang baru. Setiap desain hanya dibuat satu lembar dengan penempatan motif yang eksklusif sehingga tiap batik menjadi unik. Batik tersebut dibuat dengan bahan sutera ATBM (Alat tenun bukan mesin) yang tidak mengilat dan motifnya dibuat dengan teknik batik tulis pada umumnya. Desainnya yang cantik membuat batik kontemporer ini terlihat begitu indah. Awalnya Chaliet mendapat pertentangan dari kalangan pecinta batik klasik,namun dia maju terus sehingga batiknya kini telah digemari  hingga ke mancanegara; Perancis,Italia,hingga Jepang. Batik buatan chaliet dianggap tidak memiliki kesan berat dan resmi sehingga pas dengan selera konsumen luar negeri.</p>
<p>Gee batik</p>
<p>Batik ini muncul dengan batik kontemporer yang berbeda. Perpaduan motif batik yang beragam dari motif flora dan fauna,lukisan abstrak ala italia hingga <a href="http://jogja-batik.com">motif batik klasik Yogyakarta</a> seperti kawung,parang atau ceplok. Batik-batik tersebut dibuat dengan bahan katun,sutera dan ATBM dengan teknik batik tulis. Batik ini kesannya sangat agresif,berani dan begitu abstrak. Beberapa bahkan sangat abstrak sehingga sudah tidak mirip batik lagi. Kesan santai namun berani pun sangat terasa pada setiap kain yang tercipta. label <a href="http://jogja-batik.com">batik asal yogyakarta</a> yang sering pameran di luar negeri ini membuat setiap motif hanya satu bahan saja .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/batik-kontemporerfree-style/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Batik Malaysia Kian Berjaya?</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/benarkah-batik-malaysia-kian-berjaya/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/benarkah-batik-malaysia-kian-berjaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 06:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Even]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Persaingan kepemilikan atas batik antara Indonesia &#8211; Malaysia,makin tajam. Awal tahun 2012 ini,negeri jiran ini menggelar pemilihan Putri Batik malaysia yang terbuka diikuti internasional.
Inikah tanda-tanda batik Malaysia kian berjaya? gebrakan itu,pastinya menjadi pemicu Indonesia untuk terus merapatkan strategi,khususnya tentang branding kepemilikan internasional. Sebenarnya,seperti apakah batik Malaysia itu?
Pertanyaan itu,dapat dijawab dengan mengunjungi Musium Tekstil Negara di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Persaingan kepemilikan atas batik antara Indonesia &#8211; Malaysia,makin tajam. Awal tahun 2012 ini,negeri jiran ini menggelar pemilihan Putri Batik malaysia yang terbuka diikuti internasional.</p></blockquote>
<p>Inikah tanda-tanda batik Malaysia kian berjaya? gebrakan itu,pastinya menjadi pemicu Indonesia untuk terus merapatkan strategi,khususnya tentang branding kepemilikan internasional. Sebenarnya,seperti apakah batik Malaysia itu?</p>
<p>Pertanyaan itu,dapat dijawab dengan mengunjungi Musium Tekstil Negara di jalan Sulta Hushamudin Kuala Lumpur. Musium yang menggambarkan perkembangan tekstil sebagai ciri dan gaya hidup masyarakat Malaysia,sejak jaman pra sejarah. Museum terdiri dari empat galeri. Yakni galeri Ratna Sari,galeri Pohon Budi,galeri Teluk Berantai dan galeri Pelangi. Batik Malaysia dapat dilihat dari galeri pelangi,yang memuat koleksi batik ikat celup dan batik canting. &#8220;Kami juga menggunakan canting,malam,dan kombinasi kuas,&#8221; kata Aminuddin,salah seorang petugas museum. Siang itu (Selasa,20 Desember 2011) sedang berlangsung pameran batik sekaligus workshop. Beberapa perempuan dan laki-laki muda sedang serius melukis batik. Motif flora : Bunga dan Tumbuhan,mendominasi. Batik (lukis) malaysia,menggunakan warna-warni atraktif. Ini mengingatkan batik Pesisiran di negeri kita. Pada almari pajang yang terbuat dari kaca tebal,dapat dilihat perlbagai motif batik Malaysia. Sebagian besar,motif flora dan motif abstrak pada batik ikat.<span id="more-236"></span></p>
<p>Namun pada display batik koleksi &#8220;Batik Ela&#8221; yang terkenal inovatif dalam reka corak,dapat dijumpai motif sosok wayang dengan warna-warna coklat tanah (sogan) sebagaimana <a href="http://jogja-batik.com">batik Yogyakarta</a> atau Solo. Meski sosok wayang itu,tidak berarti salah satu tokoh dalam pewayangan sebagaimana dipahami oleh masyarakat Indonesia.<br />
Motif batik Malaysia juga ditegaskan oleh paparan-paparan dalam museum itu sebagai warisan budaya Melayu. Motif selalu menggambarkan kegembiraan hidup melalui bunyi,irama dan perpaduan sebagai ungkapan kreatif seni persembahan kepada generasi ke generasi penerus. Jika dilihat koleksi tampilan desain busana,secara kuantitas batik Malaysia lebih banyak dikenakan karena kebanyakan warga Malaysia berbusana ala melayu (muslim). Sehingga lebih &#8220;tertangkap mata&#8221;.<br />
Salah satu hal penting,museum tekstil negara tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Malaysia untuk eksis dalam kepemilikan atas hak intelektual batik. Keseriusan lain,dapat dilihat dari aspek pencitraan yang sangat gencar dan ini menciptakan pasar tersendiri. Aktivitas terbaru,mencari sosok &#8220;putri batik Malaysia&#8221; yang terbuka untuk internasional.<br />
Jika dipantau dari jumlah dan asal peserta,acara tersebut cukup menarik minat internasional. Termasuk Putri Indonesia,Melissa putri. Meski keikutsertaan Melissa putri,terasa aneh. Karena nampak tidak sensitive dengan strategi pergulatan kepemilikan hak intelektual atas batik. Seharusnyalah para public figure dan pemerintah meningkatkan kepekaan atas jurus-jurus pencitraan batik ke tingkat dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/benarkah-batik-malaysia-kian-berjaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Batik dalam Busana (2)</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2-2/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 05:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Busana Pesta 
1. Jika anda ingin membuat busana pesta atau resmi dari kain batik,anda bisa menggunakan berbagai jenis motif dan paduan warna. Yang penting,pilihlah warna serta motif yang sesuai dengan jenis acara yang akan anda hadiri (suasana pesta).
2. Untuk acara pesta yang beratmosfer santai atau semi resmi,anda bisa memilih batik bermotif fauna dan flora dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Busana Pesta </strong></p>
<p>1. Jika anda ingin membuat busana pesta atau resmi dari kain batik,anda bisa menggunakan berbagai jenis motif dan paduan warna. Yang penting,pilihlah warna serta motif yang sesuai dengan jenis acara yang akan anda hadiri (suasana pesta).<br />
2. Untuk acara pesta yang beratmosfer santai atau semi resmi,anda bisa memilih batik bermotif fauna dan flora dalam paduan warna cerah ataupun terang.<br />
3. Untuk acara pesta yang resmi,<a href="http://jogja-batik.com">batik bermotif flora</a> dan fauna dalam paduan warna yang cerah ataupun terang.<br />
4.Untuk acara pesta yang resmi,batik bermotif geometris berukuran sedang atau motif-motif klasik seperti motif jlamprang dan truntum dalam sentuhan warna terang atau gelap yang terkesan mewah bisa menjadi pilihan yang tepat.<br />
5.Batik bermotif flora juga bisa anda pilih untuk menciptakan busana resmi yang terkesan elegan.<br />
6. Buatlah busana untuk pesta (resmi maupun tidak resmi) bermotif batik yang siluetnya simple namun berdetail cantik dan unik,seperti ikatan pita atau memainkan pola-pola draperi.<br />
7.Untuk busana pesta ,anda bisa memilih batik yang terbuat dari katun,sutra (sutra satin,raw silk,crepe silk)dan tenun ATBM (alat tenun bukan mesin).<br />
<span id="more-233"></span><br />
<strong>Busana Casual</strong><br />
1. Pilih batik bercorak fauna dan flora dal;am paduan warna cerah,sehingga memberi kesan aktif dan ceria.<br />
2. Jika anda bertubuh besar,pilihlah motif batik yang ukurannya sedang. Hindari motif  yang ukurannya terlalu besar ataupun terlalu kecil.<br />
3. Apabila anda bertubuh mungil,pastikan anda untuk memilih motif batik berukuran kecil.<br />
4.Agar nyaman dipakai,untuk busana casual pilihlah batik yang terbuat dari katun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Batik Dalam Busana</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 05:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Tampil menarik dan elegan dengan batik memang bukan hal yang mudah. Anda harus jeli dalam menggunakan kain,motif serta warna batik yang menarik.
Busana kerja 
1. Pilihlah batik dalam kombinasi warna gelap atau pastel,serta bercorak geometris agar penampilan anda tetap terlihat rapi,simple dan formal.
2.Untuk anda yang bertubuh besar,pilihlah motif yang geometris yang berukuran sedang atau kombinasi motif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tampil menarik dan elegan dengan<a href="http://jogja-batik.com"> batik </a>memang bukan hal yang mudah. Anda harus jeli dalam menggunakan kain,motif serta warna batik yang menarik.</p>
<p><strong>Busana kerja </strong><br />
1. Pilihlah batik dalam kombinasi warna gelap atau pastel,serta bercorak geometris agar penampilan anda tetap terlihat rapi,simple dan formal.<br />
2.Untuk anda yang bertubuh besar,pilihlah motif yang geometris yang berukuran sedang atau kombinasi motif geometris yang besar dengan yang berukuran kecil agar sesuai dengan proporsi tubuh anda.<br />
3. Bila tubuh anda mungil,jangan ragu untuk memilih batik yang bermotif geometris berukuran sedang agar bentuk tubuh anda tampak lebih proporsional.<br />
4.Untuk aktivitas kerja,pastikan anda memilih desain busana yang simple namun tegas sehingga tetap berkesan profesional. Hanya jika diperlukan,bisa ditambah detail atraktif yang terkesan minimalis,seperti opnaissel,ploi,saku,atau tali pinggang.<span id="more-231"></span><br />
5.Untuk busana kerja pilihlah batik yang terbuat dari bahan katun dan tambahkan superlining sebagai pelapis dalam (furing) agar jatuhnya busana terlihat lebih tegas dan rapi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Purworejo kalah Bersaing</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 04:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Perajin batik tulis di Kabupaten Purworejo masih lemah dalam tehnik pewarnaan. Akibatnya,batik yang dihasilkan kalah bersaing karena konsumen lebih memilih produk dari Yogyakarta,Solo atau Pekalongan. Selain itu rendahnya produktivitas perajin juga menyebabkan stok batik terbatas. Kurang maksimalnya teknik pewarnaan seperti terjadi di Purworejo menyebabkan warna batik tidak merata,kusam dan kurang tajam.
&#8220;Persoalan yang kerap dihadapi memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perajin batik tulis di Kabupaten Purworejo masih lemah dalam tehnik pewarnaan. Akibatnya,batik yang dihasilkan kalah bersaing karena konsumen lebih memilih produk dari Yogyakarta,Solo atau Pekalongan. Selain itu rendahnya produktivitas perajin juga menyebabkan stok batik terbatas. Kurang maksimalnya teknik pewarnaan seperti terjadi di Purworejo menyebabkan warna batik tidak merata,kusam dan kurang tajam.<br />
&#8220;Persoalan yang kerap dihadapi memang soal pewarnaan,perajin tidak menguasai teknik yang baik,sehingga hasilnya kurang maksimal,&#8221;kata Musaini SSn,praktisi batik asal Sewon,Bantul saat memberikan pelatihan kepada belasan pembatik tulis di Balai Desa Kemanukan kecamatan Bagelen.<span id="more-228"></span><br />
Tehnik pewarnaan merupakan salah satu tehnik akhir dalam membatik yang memerlukan inovasi dan seni yang tinggi. Menurutnya,tanpa sentuhan pewarnaan juga terlihat kurang menarik,padahal batik Purworejo memiliki motif yang khas dan asli ciptaan seniman setempat,seperti garut,ukel cantel,kopi pecah serta kawung.<br />
Batik yang dihasilkan sejumlah sentra produksi di Jawa tengah,lanjutnya sudah memiliki kekhasan warna sendiri. <a href="http://jogja-batik.com">Batik Yogyakarta </a>bercorak sogan,Solo coklat hitam,sedangkan Pekalongan ciri khasnya berwarna merah.<br />
Dikatakan,untuk meningkatkan kualitas pelatihan perajin mutlak dilakukan. Bahkan,pihaknya juga diminta Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Dinperindagkop) Purworejo untuk memberikan pelatihan membuat kombinasi batik cap dan tulis.<br />
&#8220;Inovasi produk tersebut untuk membidik pasar kelas menengah. Selain itu,batik tulis hasil perajin Purworejo sudah bagus,hanya harus dilatih dalam teknik pewarnaan saja,&#8221; terangnya.<br />
Perajin batik di Desa Kemanukan,suparmi menambahkan meski ada 20 perempuan perajin yang tergabung dalam satu kelompok di desanya,tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Produksi terbatas karena perajin masih menjadikan membatik sebagai pekerjaan sambilan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/aplikasi-batik-dalam-busana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Batik Afrika</title>
		<link>http://www.batikyogyakarta.com/mengenal-batik-afrika/</link>
		<comments>http://www.batikyogyakarta.com/mengenal-batik-afrika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 08:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikyogyakarta.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Ada beragam tekstil di berbagai belahan Afrika,salah satunya adalah batik. Tidak hanya Indonesia,ternyata Afrika Selatan juga memiliki kain batik yang khas. Teknik membatik yang paling maju dapat ditemukan di Nigeria,dimana orang-orang Yoruba membuat kain Adire. Ada 2 metode pewarnaan dengan lilih yang digunakan. Adire eleso yang memakai teknik ikat serta jahit dan adire eleko yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beragam tekstil di berbagai belahan Afrika,salah satunya adalah batik. Tidak hanya Indonesia,ternyata Afrika Selatan juga memiliki kain batik yang khas. Teknik membatik yang paling maju dapat ditemukan di Nigeria,dimana orang-orang Yoruba membuat kain Adire. Ada 2 metode pewarnaan dengan lilih yang digunakan. <em>Adire eleso</em> yang memakai teknik ikat serta jahit dan adire eleko yang memakai teknik gumpalan pati. Gumpalan ini biasanya terbuat dari tepung tapioka,beras,tawas atau tembaga  sulfat yang dididihkan bersama sehingga menghasilkan gumpalan tebal dan halus. Suku Yoruba di Afrika Barat menggunakan gumpalan pati ini sebagai lapisan pelindung warna,sementara masyarakat Senegal  menggunakan gumpalan beras. Gumpalan-gumpalan ini digunakan dalam dua cara yang berbeda.<br />
Sketsa digambar dengan stensil logam tipis yang fleksibel atau perangkat yang terbuat dari kayu. Alat ini memungkinkan terbentuknya pola berulang yang akurat. Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh kaum pria. Proses selanjutnya dilakukan oleh kaum perempuan,yaitu <a href="http://jogja-batik.com">kain tradisional</a> akan didesain lebih lanjut dengan menggunakan peralatan sederhana seperti bulu,tongkat tipis,sepotong tulang halus atau logam dan alat sisir dari kayu.<br />
<strong><br />
Turun Temurun</strong><br />
Pola kain biasanya merupakan tradisi keluarga yang diturunkan dari ibu ke anak perempuan sebagai industri rumahan. Kain ini biasanya dibagi menjadi bujur sangkar atau segi empat panjang dan desainnya merupakan kejadian sehar-hari,ukiran,kegiatan,atau gambar tradisional sejarah suku.<br />
Sebuah kain eleko biasanya terdiri dari dua sampai dua setengah yard potongan kain dijahit  menyatu. Biasanya proses pencelupan dilakukan bersama-sama agar lebih efektif. Pewarna tradisional adalah warna nila dari tanaman yang tumbuh di seluruh Afrika. Di banyak tempat,tanaman ini sekarang dibudidayakan dengan varietas yang berbeda sehingga menghasilkan warna biru tua. Setelah kering,kain tersebut dicelup dalam  pot tanah liat besar atau galian lubang. Setelah dikeringkan,gumpalan akan mengelupas dan menghasilkan warna putig atau biru muda.<span id="more-226"></span><br />
Kain yang biasanya digunakan adalah kain katun,walau kain yang lebih berharga adalah kain sutera alami. Beberapa tahun terakhir ,terdapat kain lain menggunakan desain afrika yang diproduksi di Inggris (baju manchaster) dan Belanda. Kain yang diproduksi masal ini merupakan buatan mesin. Proses produksi  yang sama kini dilakukan di banyak negara afrika.<br />
Selain itu,ada juga kain lumpur. Kain ini dibuat oleh orang-orang Bamana Mali. Kain tersebut dicelup warna kuning dan dilapisi lumpur  sungai. Warna kuning &#8220;meredup&#8221; lalu berubah menjadi cokelat gelap. Lumpur kemudian dibersihkan sehingga kain kembali ke warna aslinya. Proses tersebut menghasilkan kain berpola cokelat dan putih dengan karakteristik gelap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikyogyakarta.com/mengenal-batik-afrika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

