Kisah di balik Motif Parang Rusak

parangrusakbarong
Seni membuat wastra batik dikenal oleh beberapa etnis bangsa. Siapapun boleh membuat wastra batik. Batik Indonesia kaya pola dan motif,jumlah nya ribuan. Jumlah ini akan terus bertambah sejalan dengan kreativitas cipta para seniman batik yang terus tumbuh di negeri ini.

Pola dan motif batik Indonesia,yang merujuk pada sikap pandang manusia pada lanskap lingkungan dan kehidupan, diungkap dengan bentuk-bentuk stilasi. Seperti tumbuhan,gunung,hewan,sawah,sungai,laut dan ikon-ikon kehidupan kuno lainnya. Diyakini,tiap pola dan motif itu tercipta lewat olah laku kreatornya.
Bentuk pola kuno sangat populer adalah Parang Rusak,yang kisah penciptaannya masih kerap diperdebatkan. Mengutip buku Batik “Pengaruh Zaman dan Lingkungan” (H.Santosa
Doellah/Danar hadi 2002) ada yang menyebut pola parang rusak muncul dimasa Raden Panji,pahlawan kerajaan Kediri dan Jenggala,Jawa Timur, pada abad ke 11.
Yang lain percaya,desain ini diciptakan oleh Sultan Agung dari Mataram (1613-1645) usai meditasi di pantai Selatan Jawa. Konon,ilham datang dari fenomena gelombang-gelombang besar yang memecah karang dan merusaknya. Dalam bahasa Jawa,istilah parang dekat dengan kata karang. Parang rusak berarti karang yang pecah atau rusak.

This entry was posted on Friday, December 25th, 2009 at 5:45 am and is filed under Sejarah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Kisah di balik Motif Parang Rusak”

  1. Motif Batik Says:

    Jessica Alba ‘fantastic 4′ jg pernah pake batik motif parang rusak.. Batik makin mendunia euy!

Leave a Reply