Motif Batik : Truntum (Makna dan Simbol)

truntum

Motif batik Truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) bermakna cinta yang tumbuh kembali. Beliau menciptakan motif ini sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat,abadi dan semakin lama terasa semakin subur berkembang (tumaruntum). Karena maknanya,kain motif truntum biasanya dipakai oleh orang tua pengantin pada hari pernikahan. Harapannya adalah agar cinta kasih yang tumaruntum ini akan menghinggapi kedua mempelai. Kadang dimaknai pula bahwa orang tua berkewajiban untuk “menuntun” kedua mempelai untuk memasuki kehidupan baru.

The Truntum motif was created by Kanjeng Ratu Kencana,the wife of Sunan Pakubuwana III,and refers to revitalized love. She created this motif as a symbol of unconditional,everlasting love that continues to grow (tumaruntum). Because of  its meaning,the cloth with the truntum motif is usually worn by the parents of the bride and groom on the wedding day. It is hoped that the love symbolized in this motif will be passed on the bridal couple. It is sometimes felt that the parents are required to “guide” the bridal couple as they enter new life together.

Tags: ,

3 Responses to “Motif Batik : Truntum (Makna dan Simbol)”

  1. Batik S128 May 28, 2012 at 8:53 pm #

    seni batik memang syarat akan filosofi

Trackbacks/Pingbacks

  1. Bentuk Motif Batik : Lung-Lungan » Batik Yogyakarta - May 18, 2010

    [...] sedemikian rupa hingga membentuk satu kesatuan rancang desain atau pola. Secara tradisional,pola dan motif batik dikelompokkan berdasarkan gaya dan [...]

  2. Motif Batik Truntum, Filosofi, Makna dan Polanya « LukisanUmzara - April 13, 2011

    [...] Motif Batik : Truntum (Makna dan Simbol) [...]

Leave a Reply